- Detail
- Dilihat: 14119
Jakarta - Siaran luar negeri RRI akan menjangkau negara-negara di kawasan Afrika untuk mendukung diplomasi Indonesia. Demikin dikatakan Kepala RRI World Service Kabul Budiono. “Perluasan siaran The Voice of Indonesia (Suara Indonesia) ke Afrika itu dimungkinkan dengan menyewa pemancar di Prancis Selatan,” katanya di Jakarta Senin, 25 Februari 2013.
Siaran VOI ke kawasan Afrika itu selaras dengan upaya pemerintah memperluas ekspor ke pasar-pasar nontradisional di benua itu, katanya pada "Lokakarya Pengembangan Strategi dan Format Kerja Sama Internasional dengan Kemenlu".
Ia mengatakan peran VOI dalam ikut mengawal diplomasi bangsa itu dapat ditingkatkan jika mendapat dukungan Kementerian Luar Negeri. “Bentuk dukungan Kemenlu kepada siaran luar negeri RRI itu, katanya, tidak hanya terbatas pada peliputan peristiwa, dan kerja sama dalam penyiaran agenda internasional seperti KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC),” katanya seperti dikutip antaranews.
Ia mengatakan pihaknya juga mengusulkan kerja sama penyelenggaraan forum diplomatik dengan bersama-sama mencari narasumber dan isu serta berbagi alamat laman dengan Kemenlu.
Program-program acara VOI yang menjangkau berbagai belahan dunia melalui siaran radio gelombang pendek dan internet itu disiarkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Arab, Mandarin dan Jepang.
Sementara itu, Direktur Informasi dan Media Kemenlu PLE Priatna menyambut baik upaya RRI mengembangkan kerja sama di bidang pemberitaan dengan Kemenlu.
Pada lokakarya yang diikuti puluhan peserta itu, Priatna mengingatkan kalangan media di Tanah Air tentang relevansi penyelenggaraan kegiatan internasional di Indonesia seperti KTT APEC dan Forum Demokrasi Bali dengan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menyebut contoh kontribusi ekonomis yang dirasakan Indonesia dari pertemuan tingkat pejabat APEC di Jakarta baru-baru ini yang dihadiri 1.400 peserta. "Jadi agenda sudah cukup banyak tapi bagaimana publik juga dapat dirangkul dan mendukung agenda kita itu," katanya. Red
Jakarta - Program acara “Metro Malam” Metro TV mendapat sanksi teguran dari KPI Pusar. Teguran diberikan terkait adanya pelanggaran dalam program tersebut pada tanggal 11 Januari 2012 pukul 00.31 WIB. Demikian dijelaskan dalam surat teguran KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, ditujukan pada Dirut Metro TV, Adrianto Machribie, Senin, 25 Februari 2013.
Jakarta - Media penyiaran disemua level (jurnalis, direktur dan pemilik) diharapkan dapat menjalankan persfektif perlindungan terhadap anak. Upaya ini dinilai akan dapat mengurangi resiko anak-anak yang menjadi korban dalam konteks penyiaran. Demikian disampaikan Komisioner KPI Pusat, Idy Muzayyad, dalam diskusi publik yang diselenggarakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan tema “Membangun Budaya Perlindungan Anak” di kantor KPAI Jakarta, 21 Februari 2013.
Jakarta – KPI Pusat melayangkan surat teguran kepada Indosiar terkait pelanggaran dalam program acara “Fokus Sore” tanggal 6 Januari 2013 pukul 15.16 WIB. Demikian dijelaskan dalam surat teguran KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, tertuju Dirut Indosiar, Lie Halim, Senin, 25 Februari 2013.
Jakarta – Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, bersama dengan Komisioner KPI Pusat, Azimah Soebagyo dan Yazirwan Uyun, melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Pertahanan Keamanan (Menkopolhukam), Joko Suyanto, di kantor Menkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Jumat Pagi, 22 Februari 2013. Pertemuan tersebut membahas perkembangan dunia penyiaran di tanah air serta penyiaran di perbatasan.

