Cirebon - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menandatangani nota kesepahaman atau MoU kerjasama peciptaan dan penguatan literasi media penyiaran dilingkup akademika Unswagati. Penandatangan MoU dilakukan langsung Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, dan Rektor Unswagati, Djakaria Machmud, di Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 16 Februari 2013.
Penandatangan MoU disaksikan oleh Komisioner KPI Pusat bidang Kelembagaan, Idy Muzayyad dan Azimah Soebagyo serta Sekretaris KPI Pusat, Maruli Matondang. Turut hadir segenap pimpinan Unswagati dan jajarannya.
Dalam sambutannya, Mochamad Riyanto mengatakan kerjasama ini sangat penting bagi KPI Pusat dalam rangka pengawasan konten siaran. Pengawasan ini bagian dari pencerdasan dan mencegah terjadinya dampak negatif yang tidak diinginkan dari siaran yang buruk. “Kita butuh bantuan akademisi dan masyarakat untuk melakukan pengawasan tersebut. Ini pusat intelektual yang mencerminkan attitude,” katanya di depan undangan dan peserta sarasehan yang ikut menyaksikan penandatangan MoU.
Peranan masyarakat juga dinilai sangat penting dan strategis dalam konteks spektrum frekuensi yang memang milik publik. Dan, salah satu pembentukan forum masyarakat peduli penyiaran adalah salah satunya untuk itu.
Menurut Riyanto, KPI begitu mengutamakan perlindungan anak dan remaja dari dampak buruk siaran. Karenanya, di tahun 2013, KPI mengagendakan tema perlindungan tersebut dalam program kerjanya. “Siaran televisi bisa mengiring perilaku anak dan remaja. Karenanya, kami sangat sensitif terhadap perlindungan mereka,”paparnya.
Riyanto menyoroti sedikitnya siaran anak-anak yang memang khusus untuk mereka seperti siaran lagu anak. “Dulu, kita masih sering mendengar lagu bintang kecil atau juga lagu anak lainnya dan banyak dinyanyikan mereka. Sekarang, anak-anak lebih tahu lagu-lagu band dewasa,” keluhnya.
Terkait kerjasama dengan KPI Pusat, Rektor Unswagati, Djakaria Machmud menyatakan sangat gembira dan mengatakan KPI tidak salah pilih menunjuk kampusnya sebagai patner. Menurutnya, mahasiswa Unwagati yang berjumlah 14.079 orang sangat potensial menjadi duta KPI di tengah masyarakat.
Visi KPI terhadap perlindungan anak dan remaja pun dianggap sesuai dengan visi Unswagati. “Mahasiswa harus dibekali dengan ilmu penyiaran yang baik dan bermanfaat untuk kecerdasan mereka dan kemanfaatan bagi publik. Kami mendukung KPI masuk kampus kami demi pembelajaran. KPI ini penting karena menyangkut keselamatan bangsa,” katanya.
Usai acara penandatangan MoU, acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan narasumber salah satunya adalah Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, Komisioner KPI Pusat, Azimah Soebagyo dan Idy Muzayyad, Dosen Unswagati, Nuruzzaman, dan Pemred Radar Cirebon TV, Eko Ardie Nugraha. Red

