Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali kembali menghimbau seluruh Lembaga Penyiaran untuk tak bersiaran saat Hari Raya Nyepi di wilayah Bali. Nyepi tahun ini jatuh pada Selasa, 12 Maret 2013. Himbauan ini serupa dengan himbauan tahun sebelumnya. 

Menindaklanjuti sosialisasi KPID bersama Komisi I DPRD Bali ke seluruh Lembaga Penyiaran pada Rabu, 6 Februari 2013 di Denpasar. Lalu, Jumat 15 Pebruari 2013, KPID Bali bersama Komisi I DPRD Bali mengkomunikasikan himbauan ini ke Kemenkominfo dan KPI Pusat. Kunjungan ke kantor Kominfo diterima oleh Direktur Penyiaran beserta jajarannya. Sedangkan di Kantor KPI Pusat, rombongan diterima oleh Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto. 

“DPRD Bali termasuk DPRD yang paling aktif berkoordinasi dengan pihak KPI Pusat,” jelas Riyanto saat menerima rombongan pada Jumat pagi tersebut . Riyanto juga banyak menjelaskan  tentang persiapan Rakornas dan Harsiarnas, April depan di Nusa Dua Bali.

Anggota Komisi satu DPRD Bali yang hadir pada kesempatan ini yakni Made Arjaya, I Gusti Putu Wijera, Cok Budi Suryawan, Cok Ngurah, dan Made Suparta. Sementara dari KPID Bali hadir komisioner Nyoman Mardika, Made Nurbawa, dan Made Putu Widiawan didampingi Kepala Sekretariat dan Kasubag Komunikasi KPID Bali. 

KPID Bali juga mengunjungi  salah satu lembaga penyiaran TV berlangganan yaitu; PT. First Media Jl. Gatot Subroto Jakarta. Kunjungan dimaksudkan untuk mendengar kesiapan teknis manajemen PT. First Media yang pelanggannya hotel-hotal besar di Bali. 

Tidak adanya siaran saat Nyepi merupakan salah satu bentuk penghormatan KPID Bali terhadap kearifan lokal di Bali. Nyepi merupakan  salah satu harmoni dalam mewujudkan keseimbangan makro dan mikro kosmos dalam hidup dan kehidupan. Kesadaran ini diyakini menimbulkan kesejahteraan secara menyeluruh dalam kehidupan semesta. Benar-benar sebuah tradisi dan keyakinan yang membumi dan satu-satunya di dunia. Red/MN

 
Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot