- Detail
- Dilihat: 10801
Solo – Anggota KPI Pusat, Iswandi Syahputra, menyatakan siap membantu mempermudah proses perizinan penyiaran bagi pemohon yang taat hukum. Hal itu disampaikan dalam acara diseminasi peraturan dan perizinan di Fave Hotel Solo Baru, pekan lalu. Acara sosialisasi tersebut mendatangkan para pelaku lembaga penyiaran di eks Karesidenan Surakarta.
Di depan lebih tiga puluh pelaku penyiaran tersebut, Iswandi syahputra juga menjelaskan, saat ini sedang berlangsung pembahasan rancangan undang-undang tentang penyiaran yang akan menentukan masa depan lembaga penyiaran di tanah air. Menurutnya, ada dua kekuatan tarik menarik dalam menentukan peraturan ini, yaitu kekuatan yang menginginkan regulator penyiaran dipegang oleh komisi penyiaran dan satu kekuatan yang menginginkan pemerintah sebagai pemegang otoritas regulator penyiaran.
Terkait dengan berbagai proses perizinan, baik radio maupun televise, pihaknya sebagai siap membuka diri untuk membantu mempermudah lembaga penyiaran dalam memperoleh izin siaran. Red dari berbagai sumber
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan surat peringatan kepada TVRI terkait telah ditemukannya gambar yang tidak layak untuk disiarkan di program “Yuk Hidup Sehat”, 8 Agustus 2012 lalu. Demikian dinyatakan KPI Pusat dalam surat peringatan yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, Senin, 17 September 2012.
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah mengundang stasiun televisi Metro TV untuk memberikan klarifikasi atas banyaknya pengaduan secara invidual, organisasi maupun lembaga terhadap program acara "Metro Hari Ini" pada 15 September 2012 pukul 18.00 WIB mengenai dialog “Awas, Generasi Baru Teroris!”. Pertemuan berlangsung di kantor KPI Pusat, Senin siang, 17 September 2012.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, menyampaikan apresiasinya untuk iklan yang berubah setelah mendapat imbauan. hal ini disampaikan Anggota Bidang Isi Siaran Nina Mutmainnah di kantor KPI Pusat, Jumat, 14 September 2012. KPI menilai, iklan "Bukrim Gel", "Nutrilon Royal", dan "Boneeto" sudah berubah mengikuti imbauan yang diminta KPI. Sebelumnya iklan-iklan tersebut diberi imbauan untuk mengedit dan menghilangkan adegan tertentu dalam tayangan iklannya.
Jakarta - Aduan masyarakat (individual) yang masuk melalui SMS pengaduan KPI Pusat terkait tayangan “Metro Hari Ini” pada 5 September 2012 mengenai dialog “Awas, Generasi Baru Teroris!” hingga Pukul 17.05 WIB mencapai angka 8040 aduan.

