Layar OLED Mulai Dipasarkan
Teknologi layar OLED yang didesain untuk mengungguli plasma dan LCD (Liquid Crystal Display) untuk penggunaan rumah dan profesional sedang dikembangka oleh berbagai produsen.
Teknologi layar OLED yang didesain untuk mengungguli plasma dan LCD (Liquid Crystal Display) untuk penggunaan rumah dan profesional sedang dikembangka oleh berbagai produsen.
Tidak seperti teknologi lain, OLED (Organic Light Emitting Diode) tidak membutuhkan sinar di belakang layar (backlight) untuk menyinari pixel, namun justru mengeluarkan sinar dari pixel-nya sendiri. Hasilnya, OLED dapat mengurangi sinar yang keluar saat layar mengeluarkan bayangan gelap, menghasilkan warna hitam yang sangat gelap dan rasio kontras 1 : 1.000.000.
Minimnya sinar di belakang layar membuat alat ini mengontrol berbagai tingkatan sinar, dari nol hingga kecerahan maksimal. Teknologi inovatif ini secara luar biasa menghasilkan ekspresi warna dan detil tanpa menghabiskan banyak energi, jadi teknologi ini juga sangat hemat energi.
Sony sudah meluncurkan produk eceran layar 11 inci Bravia XEL dengan harga 3,500 Poundsterling Inggris. Sony juga dikabarkan akan meluncurkan layar dengan ukuran lebih besar dalam tahun ini dengan harga sekitar 5,000 Poundsterling Inggris. Selain Sony, Panasonic sedang memproduksi layar OLED versi 40 inci sedangkan Apple juga ditunggu produknya dalam bentuk notebook dengan layar OLED berukuran 15 inci.
Selain untuk pengguna awam, teknologi ini juga sedang dikembangkan bagi pengguna profesional. Pada 2008 Sony telah mulai mengeluarkan layar 11-inch HVDF-EL100 yang merupakan viewfinder kamera berwarna pertama yang menggunakan teknologi OLED.
Dalam teorinya, OLED dapat dipasang di segala permukaan, hal ini menawarkan potensi luas bagi aplikasi layar penampil di antaranya diletakkan di koran dan pakaian.Red/SH dari www.Broadcastnow.co.uk
Tidak seperti teknologi lain, OLED (Organic Light Emitting Diode) tidak membutuhkan sinar di belakang layar (backlight) untuk menyinari pixel, namun justru mengeluarkan sinar dari pixel-nya sendiri. Hasilnya, OLED dapat mengurangi sinar yang keluar saat layar mengeluarkan bayangan gelap, menghasilkan warna hitam yang sangat gelap dan rasio kontras 1 : 1.000.000.
Minimnya sinar di belakang layar membuat alat ini mengontrol berbagai tingkatan sinar, dari nol hingga kecerahan maksimal. Teknologi inovatif ini secara luar biasa menghasilkan ekspresi warna dan detil tanpa menghabiskan banyak energi, jadi teknologi ini juga sangat hemat energi.
Sony sudah meluncurkan produk eceran layar 11 inci Bravia XEL dengan harga 3,500 Poundsterling Inggris. Sony juga dikabarkan akan meluncurkan layar dengan ukuran lebih besar dalam tahun ini dengan harga sekitar 5,000 Poundsterling Inggris. Selain Sony, Panasonic sedang memproduksi layar OLED versi 40 inci sedangkan Apple juga ditunggu produknya dalam bentuk notebook dengan layar OLED berukuran 15 inci.
Selain untuk pengguna awam, teknologi ini juga sedang dikembangkan bagi pengguna profesional. Pada 2008 Sony telah mulai mengeluarkan layar 11-inch HVDF-EL100 yang merupakan viewfinder kamera berwarna pertama yang menggunakan teknologi OLED.
Dalam teorinya, OLED dapat dipasang di segala permukaan, hal ini menawarkan potensi luas bagi aplikasi layar penampil di antaranya diletakkan di koran dan pakaian.Red/SH dari www.Broadcastnow.co.uk