KPID Sulteng Perkuat Literasi untuk Siswa Lewat Program “School to School”
Palu -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memperkuat literasi media dikalangan siswa dan pelajar di Sulteng. Hal ini dilakukan melalui Program Literasi Media “School to School” KPID Sulteng.
“Kegiatan School to School adalah salah satu program unggulan KPID Sulteng yaitu menyasar anak-anak dan remaja dari sekolah ke sekolah, termasuk pondok pesantren,” kata Wakil Ketua KPID Sulawesi Tengah Muhammad Ramadhan Tahir di Palu, Selasa (15/9/2026) kemarin.
Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyiaran melalui Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI kepada peserta didik.
Melalui edukasi tersebut, lanjut dia, pihakya berupaya mendorong generasi muda untuk memahami fungsi pengawasan media serta memiliki kemampuan menyaring konten di ruang publik.
Program “School to School: di Pondok Pesantren Modern Nurul Falah Kawatuna, Kota Palu, yang digelar KPID Sulteng mendapat dukungan dari Mutu Institute. Kegiatan ini merupakan kolaborasi KPID Sulteng bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Datokarama Palu Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, sebagai implementasi salah satu program kerja selama melaksanakan PPL di KPID Sulteng.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, KPID Sulteng, Mita Meinansi, menambahkan, pihaknya menyadari minat generasi muda terhadap media konvensional, khususnya televisi dan radio, semakin berkurang di tengah arus digitalisasi yang semakin deras.
Namun, menurut dia, televisi dan radio masih memiliki peran penting sebagai sarana untuk menangkal hoaks yang beredar di media sosial. “Semua isi konten siaran yang ada di televisi dan radio mengikuti ketentuan P3-SPS sehingga dapat dipercaya kebenaran informasinya. Di dalam P3 dan SPS ada pasal yang diperuntukkan untuk melindungi anak-anak dan remaja. Ketentuan yang harus mereka ketahui dapat melindungi keberadaan mereka. Itulah yang kami sampaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pondok Pesantren Modern Nurul Falah merupakan lokasi keempat yang menjadi tujuan Program School to School sepanjang September setelah mendapat dukungan dari Mutu Institute. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kota Palu.
Pimpinan Ponpes Nurul Falah Mohamad Hafizin mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan mendorong peserta didik memanfaatkan forum itu untuk memperluas wawasan mengenai dunia penyiaran.
“Kami berterima kasih karena KPID Sulteng menjadikan kami sebagai tujuan kegiatan Program School to School. Ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, tanyakan yang belum diketahui, karena ilmu datang dari mana saja,” ujarnya. **/Red dari berbagai sumber