KPI Tidak Tinggal Diam Menyoal Pemusatan Kepemilikan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selalu berupaya memperjuangkan dan melindungi kepentingan publik dalam urusan penyiaran. Penegasan KPI terhadap komitmen terhadap publik itu disampaikan Mochamad Riyanto, Anggota KPI Pusat bidang Infrastruktur Penyiaran, ketika menyampaikan materi diskusi yang bertema ”Menyoal Pemusatan Kepemilikan Lembaga Penyiaran” di kantor KPI Pusat, Kamis, 14 April 2011.
Riyanto menegaskan KPI tidak akan melakukan pembiaran ,"Kami berkomitmen dan sedang membuat formulasi tersebut," ujarnya.
Salah satu pembicara, Munarman, Tim Advokasi Independensi Penyiaran (TAIP), mengkritik kepemilikan dan izin televisi nasional yang dinilainya melanggar aturan. "Prinsip UU Penyiaran adalah sistem jaringan. Penggunaan relay televisi nasional itu sebenarnya tidak diperbolehkan," katanya.
Munarman mengkhawatirkan aksi monopoli media atau pemusatan kepemilikan berimplikasi pada isi media dan jika dikuasai kalangan politisi akan memiliki efektifitas luar biasa dalam membangun kekuatan politik pribadi atau kelompoknya. ”Lihat saja sekarang, isi yang ada dalam media sudah hampir sama. Kondisi ini justru tidak menonjolkan keberadaan konten lokal,” jelasnya.
Hinca Panjaitan, praktisi hukum, mengatakan pusat kepemilikan dari media dapat dilakukan dengan teori piramida. "Kalau mau KPI kan bisa bekerja sama dengan Bapepam,terbuka siapa saja pemiliknya," ujar Hinca.
Hinca menegaskan jika kepemilikan media yang mengarah ke konglomerasi harus dicegah agar tidak terjadi penguasaan informasi, ekonomi, politik dan spektrum frekuensi. ”Tidak boleh ada akuisisi, merger atas nama holding company dalam UU Penyiaran,” tegasnya.
Sayangnya, jalannya diskusi tidak berimbang karena narasumber dari pihak pemerintah maupun industri yang rencananya akan hadir mendadak membatalkan diri. Hal ini mengecewakan sejumlah pihak yang hadir dalam diskusi tersebut.
Sebelum acara diskusi yang dimoderatori Idy Muzayyad, Anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, disampaikan kata sambutan oleh Dadang Rahmat Hidayat, Ketua KPI Pusat. Dalam sambutannya, Dadang mengharapkan apa yang dihasilkan dalam diskusi tersebut dapat memberikan persfektif bagi yang lain. Red/RG