Belanda akan Gabung Lembaga Penyiaran Publiknya Jadi Empat Wadah Mulai 2029
Jakarta -- Pemerintah Belanda menerbitkan rencana untuk mereformasi sistem penyiaran publik Belanda, yang akan menggantikan 11 organisasi penyiaran saat ini dengan empat "rumah penyiaran" mulai tahun 2029.
Penyiar berita NOS dan penyiar edukasi NTR juga akan bergabung di bawah nama NOS, dan tidak ada penyiar baru yang diizinkan bergabung dengan sistem tersebut; demikian disampaikan Menteri Media Rianne Letschert kepada parlemen pada hari Jumat, sebagaimana dilaporkan oleh NOS.
Rencana ini pertama kali disusun tahun lalu, tercantum dalam kesepakatan koalisi, dan kini terbuka untuk konsultasi publik.
Sistem saat ini
Saat ini terdapat 11 organisasi penyiaran publik di bawah naungan badan penyiaran publik NPO: AVROTROS, BNNVARA, EO, Human, KRO-NCRV, Max, Ongehoord Nederland (ON), PowNed, VPRO, WNL, dan Zwart.
Masing-masing memiliki fokus politik, agama, atau sosial tersendiri, dan secara bersama-sama mereka memproduksi program untuk tiga saluran televisi nasional serta lima stasiun radio.
Untuk dapat bergabung, sebuah kelompok harus memiliki setidaknya 50.000 anggota berbayar, yang memberikan mereka izin sementara selama lima tahun. Untuk mempertahankan posisi tetap, mereka membutuhkan 100.000 anggota.
Sebuah lembaga penyiaran dapat kehilangan izinnya jika regulator media menjatuhkan sanksi sebanyak dua kali dalam kurun waktu lima tahun, jika mereka tidak lagi memenuhi persyaratan hukum, atau jika NPO menyatakan bahwa mereka menolak untuk bekerja sama dengan lembaga penyiaran lainnya. Inilah tiga alasan yang digunakan Letschert pekan lalu saat ia menyatakan akan mencabut izin penyiar sayap kanan, ON.
Berdasarkan rencana baru ini, persyaratan keanggotaan akan dihapuskan dan lembaga penyiaran tidak akan lagi bisa bergabung ke dalam sistem ataupun dikeluarkan darinya, meskipun regulator tetap dapat menindak pelanggaran yang terjadi.
Empat rumah penyiaran
Belum diputuskan lembaga penyiaran mana yang akan masuk ke rumah penyiaran yang mana, namun para penyiar telah menyatakan dengan siapa mereka ingin bekerja sama: KRO-NCRV, Max, dan WNL; EO, VPRO, dan Human; AVROTROS dan PowNed; serta BNNVARA dan Zwart.
Zwart, yang didirikan oleh rapper Akwasi untuk menghadirkan lebih banyak keberagaman di televisi, telah mengudara dengan izin sementara sejak tahun 2022, namun masih harus mendapatkan izin tetap sebelum dapat bergabung dengan salah satu rumah penyiaran tersebut. Lembaga-lembaga penyiaran tersebut dapat mempertahankan nama lama mereka atau memilih nama baru, serta memiliki kendali lebih besar atas program mereka sendiri seiring dengan berkurangnya peran koordinasi NPO.
Letschert mengatakan bahwa sistem saat ini memiliki terlalu banyak dewan dan persaingan internal yang berlebihan. "Dengan berkurangnya beban administratif dan meningkatnya tanggung jawab bersama, lembaga penyiaran publik dapat lebih fokus pada pembuatan program berkualitas, jurnalisme yang kuat, dan inovasi digital," ujarnya.
Regulator media, *Commissariaat voor de Media*, telah mengkritik rencana tersebut dengan alasan bahwa aturan yang diberikan bagi lembaga penyiaran kurang jelas dan rencana itu terlalu mengandalkan pengaturan mandiri.
Rancangan undang-undang ini selanjutnya akan diajukan ke Dewan Negara (*Raad van State*)—badan penasihat pemerintah tingkat tinggi terkait legislasi—dan kemudian ke parlemen serta senat. Kabinet menargetkan sistem baru ini mulai berlaku pada tahun 2029. Red dari berbagai sumber