- Detail
- Dilihat: 6253
Bandung - Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto menyatakan, KPID award bukanlah sekedar bentuk apresiaisi atau penghargaan terhadap serangkaian seni (art), science (ilmu/pengetahuan) dan craft (keterampilan) dari sebuah kreatifitas atau inovasi untuk sebuah program siaran jasa radio maupun jasa televisi.
Menurutnya, KPID Award juga meyakinkan kita bahwa ini merupakan ekspresi kepedulian dan komitmen terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat atau publik akan program siaran yang mendidik, menghibur, menyuguhkan informasi berkualitas, dan mampu mengetengahkan kearifan lokal di hadapan tekanan kekuatan kapitalisme informasi dan tentunya ekspresi tersebut sebangun dengan apa yang menjadi visi, arah, tugas maupun tanggungjawab yang di emban oleh KPID sebagaimana diamanahkan oleh UU No 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.
“KPI Pusat sangat mendukung serta berterima kasih bahwa KPID Jawa Barat Award menjadi program yang dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Dan Secara khusus perlu kami sampaikan bahwa sukses penyelenggaraan KPID Jawa Barat Award tidak lepas dari perhatian dukungan, bantuan serta partisipasi Bapak Gubernur, DPRD, Asosiasi Penyiaran, Lembaga Penyiaran, Pers, masyarakat Provinsi Jawa Barat, dan tentunya berkat kerja profesional para komisioner bersama staf sekretariatan KPID Provinsi Jawa Barat. Oleh karenanya tiada kalimat yang tepat, Kami KPI Pusat mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” kata Riyanto ketika memberikan sambutan diawal acara pemberian penghargaan KPID Jabar Awards di Hotel Grand Royal Panghegar, Jumat Malam, 16 November 2012.
Dalam kesemaptan itu, Riyanto mengucapkan ucapan selamat kepada semua pemenang dan berharap hal itu menjadi tauladan terhadap prilaku penyiaran yang lebih baik, khususnya di Provinsi Jawa Barat dan seluruh Indonesia umumnya. Red
Banyuwangi - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur melarang dua lagu daerah diputar di radio dan televisi. Dua lagu tersebut dilarang karena bermuatan porno.
Banjarmasin - Usaha mencipta siaran televisi yang sehat baik dari stasiun lokal, nasional dan kabel, mulai direalisasikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Kalimantan Selatan dengan membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Siaran (KMPS). Pembentukan KMPS sendiri disambut baik oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Arifin, dalam pidato yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kalimanta Selatan, HM Tahkim, dalam acara yang berlangsung dua hari di Banjarmasin (12 & 14 November).
Jakarta – Media penyiaran merupakan sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan, hiburan serta kontrol dan perekat sosial. Dalam konteks tersebut, media juga berperan sebagai pengawas dalam prosesi demokrasi yang sehat. Demikian disampaikan Idy Muzayyad, Anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, dalam acara seminar bertajuk “Peran Lembaga Pengawas Negara/Publik dalam Memperkuat Pengawasan Pemilu Terpadu” di Hotel Arya Duta Jakarta, Senin, 12 November 2012.

