- Detail
- Dilihat: 12175
Jakarta – Sebanyak 41 perusahaan dilaporkan sudah mengambil dokumen seleksi penyelenggaran televisi digital. Upaya ini untuk mempercepat peralihan dari analog ke teknologi TV digital. Seleksi ini terbuka bagi semua lembaga penyiaran yang akan melakukan penyiaran multipleksing.
"Sampai hari ini sudah 41 yang ambil formulir sejak dibuka tanggal 5 Juni lalu. Ini untuk proses seleksi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring usai pembukaan Rakornas Kominfo 2012 di Hotel Sahid, Senin 11 Juni 2012.
Menurut Tifatul yang didampingi sejumlah Dirjen di kementeriannya, tahapan seleksi penyelenggaraan TV digital akan berakhir pada 18 Juni 2012. Evaluasi akan berlangsung pada akhir Juli.
"Saat mengembalikan dokumen, perusahaan yang ikut seleksi harus menyertakan bukti komitmen mereka dalam penyelenggarakan TV digital, berupa sertifikat dari bank," ujar Kepala Humas dan Pusat Informasi Kominfo, Gatot Dewa S. Broto, yang ikut mendampingi Menteri Kominfo.
Seleksi tersebut dilakukan oleh Tim Seleksi Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing Kementerian Kominfo. Tim Seleksi tersebut akan melaksanakan Seleksi Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing.
Untuk sementara penyelenggaraan seleksi hanya ada di 5 zona layanan yaitu 4 (DKI Jakarta dan Banten), 5 (Jawa Barat), 6 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), 7 (Jawa Timur) dan 15 (Kepulauan Riau).
Untuk mengikuti seleksi ini, perusahaan peserta seleksi harus menjadi anggota Lembaga Penyiaran Swasta dengan wilayah layanan di Pulau Jawa dan Kepulauan Riau. Perusahaan yang mendaftar ini harus menyerahkan surat asli kuasa pengambilan dokumen seleksi yang ditandatangani oleh Direktur Utama di atas materai 6000. Mereka juga perlu menyerahkan salinan surat Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dari Negara. Red
Kefamennanu - Masyarakat di kecamatan Miomaffo Timur kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ternyata lebih banyak menonton siaran televisi asing ketimbang nasional. Hal itu disampaikan Plt Camat Miomaffo Timur, Agustinus Hide, saat menerima kunjungan rombongan Workshop Penyiaran Perbatasan NTT 2012 di ruang tamu kantor camat Miomaffo Timur, Rabu, 6 Juni 2012.

