altKefamennanu -  Masyarakat di kecamatan Miomaffo Timur kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ternyata lebih banyak menonton siaran televisi asing ketimbang nasional. Hal itu disampaikan Plt Camat Miomaffo Timur, Agustinus Hide, saat menerima kunjungan rombongan Workshop Penyiaran Perbatasan NTT 2012 di ruang tamu kantor camat Miomaffo Timur, Rabu, 6 Juni 2012.

Menurut Agustinus Hide, televisi asing yang sering ditonton yakni televisi TV Prancis, TV Australia, dan TV Negara Asia lain melalui antene parabola yang hampir ada disetiap rumah di 11 desa dibawah kelola nya. Meskipun mereka bisa menyaksikan siaran televisi nasional melalui antene parabolanya, yang ditonton hanya acara berita.  “Acara di televisi kita kebanyakan lawak. Tidak mendidik. Selain itu, banyak sekali acara yang penuh kekerasaan. Apa hanya itu isi televisi kita. Apa memang seperti itu karakteristik kita,” keluhnya.

Satu-satunya siaran televisi yang bisa diterima langsung tanpa parabola oleh masyarakat di Miomaffo Timur, kata Agustinus, hanya satu yakni televisi lokal dari Sumba. “Memang ada transmisi stasiun TVRI, sayangnya transmisi itu rusak dan tidak bisa dipakai. Jadi, melihat TVRI pun harus melalui antenna parabola,” tuturnya di depan anggota KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Ketua KPI Daerah NTT, Mutiara Mouboi, serta KPI Daerah Banten, Ahmad Firdaus dan Cecep Abdul Hakim. 

Namun demikian, Agustinus masih member apresiasi pada siaran radio RRI dan RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Kab TTU. Siaran RRI dapat diterima secara jelas dan baik. Bahkan, siaran RSPD Kab TTU mendapatkan tempat paling utama para pendengar di wilayahnya. “Setiap kali saya singgah di rumah-rumah penduduk dan tempat lainnya, ternyata saya dapati mereka sedang mendengarkan siaran RSPD,” katanya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Balmon Kelas II Kupang, Sunarto, dan Perwakilan Kementerian Kominfo, Ngurah Wirajana, dibahas persoalan bantuan pemerintah berupa perangkat radio komunitas di Moimaffo Timur. Dari pantauan dilapangan, radio yang dimaksud sudah tidak bersiaran karena sejumlah masalah seperti keterbatasan dana. Red

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot