Sinergi KPID dan Persiari Dorong Kualitas Siaran Radio di Jatim
Surabaya - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur menerima audiensi dari Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) DPW Jawa Timur, Rabu (29/7/2026). Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas penyiaran radio dan kompetensi penyiar di Jawa Timur.
Audiensi diterima Ketua KPID Jawa Timur Royin Fauziana yang didampingi Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Aan Haryono, Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Struktur Penyiaran Yunus Alighafi, serta Koordinator Bidang Kelembagaan Rosnindar Prio Eko Rahardjo. Pertemuan diawali dengan perkenalan dan diskusi mengenai kondisi penyiaran radio saat ini.
Ketua KPID Jawa Timur Royin Fauziana menegaskan penyiar memiliki peran strategis sebagai ujung tombak lembaga penyiaran. "Penyiar harus memahami dan menerapkan P3SPS agar kualitas siaran tetap terjaga serta mampu mengikuti perkembangan era digital," ujarnya.
Menurut Royin, tantangan penyiaran semakin besar dengan berubahnya pola konsumsi media masyarakat. "Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar radio tetap eksis dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi," katanya.
Ketua PERSIARI DPW Jawa Timur Adi Widodo memperkenalkan jajaran pengurus yang baru terbentuk sekitar satu bulan lalu. Ia menjelaskan PERSIARI hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi penyiar radio publik, swasta, dan komunitas di Jawa Timur. "Kami siap bersinergi dengan KPID dalam meningkatkan profesionalisme penyiar," ucapnya.

Adi juga menyampaikan PERSIARI telah menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ke depan kami akan memperluas keanggotaan dan membentuk divisi-divisi agar pembinaan penyiar dapat menjangkau seluruh daerah di Jawa Timur," katanya.
Dalam diskusi, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jawa Timur Aan Haryono menilai kolaborasi menjadi kebutuhan dalam menghadapi dinamika penyiaran. "Radio harus terus beradaptasi dengan perubahan perilaku pendengar dan tetap menjadi media yang informatif, edukatif, sekaligus dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Audiensi menghasilkan kesepahaman untuk menyusun program kolaborasi, di antaranya pelatihan P3SPS, peningkatan kompetensi penyiar, serta penguatan peran radio dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Kedua pihak berharap kerja sama ini mampu mendorong penyiaran radio di Jawa Timur semakin profesional, berkualitas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Red dari berbagai sumber