Kelas Bakti Agar Pelajar Pilih Siaran yang Sehat
Singkawang -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat menggelar Kelas Bakti Penyiaran di SD Negeri 17 Singkawang Tengah, awal pekan ini. Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan pentingnya memilih siaran sehat untuk pelajar. Kelas Bakti Penyiaran edisi Singkawang ini diikuti oleh lebih dari 60 pelajar.
Para siswa diajak mengenali tugas dan fungsi KPI. Termasuk aturan penyiaran seperti Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Progam Siaran (P3SPS). Siswa yang berusia 10-13 tahun ini juga memperoleh literasi media digital pra remaja. Sehingga mereka dapat berpikir kritis ketika menerima informasi baik dari media elektronik, media cetak, maupun media digital.
Selain itu, peserta diajak mengenali klasifikasi program siaran sesuai dengan usia. Yaitu kategori program usia Pra Sekolah (2-6 tahun), Anak (7-12 tahun), Remaja (13-17 tahun), Dewasa (18 tahun ke atas), Semua Umur (di atas 2 tahun), dan BO atau bimbingan orang tua.
Kepala SD Negeri 17 Singkawang Tengah, Izhar, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap, sosialisasi yang dilakukan menambah wawasan siswa ketika memilih siaran di tv dan radio. Apa lagi, generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi informasi.
Ketua KPID Kalimantan Barat, Ramdan menjelaskan, Kelas Bakti Penyiaran adalah program unggulan KPID Kalbar untuk mensosialisasikan siaran sehat dan memberikan pelatihan softskill kepada para peserta. Pada kesempatan ini, para siswa juga mencoba menjadi presenter berita cilik. Mereka diajak membacakan berbagai jenis berita, seperti hard news dan soft news. Pelatihan ini, bertujuan menanamkan rasa percaya diri bagi siswa.
Kelas Bakti Penyiaran edisi Singkawang adalah Kelas Bakti Penyiaran keempat yang diselenggarakan oleh KPID Kalbar dalam tahun 2026. Sebelumnya, Kelas Bakti Penyiaran berlangsung dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi. Red dari berbagai sumber