Mereformulasi IPTV, Ke Mana Jalan Ke Depan?
Apakah menambah elemen internet pada IPTV akan membuat layanan ini lebih menarik pelanggan? Ide menonton program melalui IPTV stream dan, pada waktu yang bersamaan, melakukan komunikasi dengan teman melalui situs sosial semacam facebook dalam layar yang sama terkesan memang sangat menjanjikan. Namun, apakah layanan hybrid (multifungsi) ini dapat menjadi kenyataan dalam waktu dekat?
Apakah menambah elemen internet pada IPTV akan membuat layanan ini lebih menarik pelanggan? Ide menonton program melalui IPTV stream dan, pada waktu yang bersamaan, melakukan komunikasi dengan teman melalui situs sosial semacam facebook dalam layar yang sama terkesan memang sangat menjanjikan. Namun, apakah layanan hybrid (multifungsi) ini dapat menjadi kenyataan dalam waktu dekat?
BroadcastAsia Show Daily menanyakan hal ini ke David Wood, Kepala Divisi Media Baru European Broadcasting Union (EBU). "Teknologi yang memungkinkan tersedianya layanan multifungsi ini sudah tersedia," Woods menambahkan bahwa kemungkinan adanya "gelombang baru" layanan IPTV (Internet Protocol Television) adalah salahsatu isu yang dibahas saat dia menjadi pembicara dalam sesi pertama diskusi bertajuk Realising IPTV pada Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 yang diselenggarakan di Singapura 16-19 Juni kemarin.
Menurut Woods, saat ini yang menjadi semakin jelas adalah bagaimana IPTV dapat menyesuaikan diri dan bentuk layanannya ke dalam format yang lebih menarik. "IPTV bukanlah sebuah ide baru", katanya menambahkan bahwa sesi Realising IPTV tidak hanya membahas sisi teknis yang melingkupi IPTV, tetapi juga sisi peluang bisnis. Seperti bagaimana IPTV membedakan dirinya dari layanan TV lainnya serta bagaimana iklan dan sumber pemasukan lainnya dapat diperoleh layanan IPTV.
"Secara umum, pertumbuhan (IPTV saat ini) terasa kurang dramatis dari yang diramalkan 5 atau 10 tahun lalu, Namun sekarang kita berada di situasi yang baru, dan ke depan, kita akan melihat semacam kelahiran kembali IPTV." Salahsatu wilayah yang sedang dieksplorasi di Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 adalah kemungkinan menggabungkan IPTV dengan berbagai fitur dan fasilitas menarik yang ada di internet.
Wood mengatakan bahwa internet menawarkan bayak hal yang menarik bagi pelanggan, terutama situs sosialnya. Yang kemudian muncul dalam diskusi di konferensi adalah, dia menambahkan, cara baru menggabungkan fitur video-on-demand (VoD) dengan berbagai kemampuan menarik yang disediakan internet.
Namun bagaimanapun juga, pertanyaan besarnya adalah apakah hal ini akan benar-benar berhasil. Woods menjelaskan bahwa delegasi merasakan bahwa konten berbasis internet tidak menawarkan banyak model bisnis. Contohnya adalah, sebuah konten premium tidak dapat dijual melalui internet dengan harga yang lebih murah dari konten yang sama yang disediakan oleh TV berlangganan. Salahsatu poin yang harus diperhatikan adalah walaupun sebagian besar konten di internet adalah gratis karena biasanya konten tersebut tidak diproduksi secara profesional (produksi berbasis rumahan) seperti yang biasa ditemukan di situs penampil video YouTube. Penonton yang mencari konten seperti Hollywood biasanya memilih untuk menontonnya secara lebih berkualitas. Ini artinya penonton yang mencari konten seperti ini ingin menontonnya di layar yang lebih besar, dengan kualitas suara yang bagus (dts, surround sound) dan fitur canggih lainnya.
Untuk itu, walaupun ada kemungkinan sebuah konten berbasis internet mendapat tambahan pendapatan dengan menambahkan fitur layanan seperti VoD yang disediakan IPTV. Namun apakah hal ini akan memberikan nilai tambah untuk layanan IPTV yang tersedia sekarang?
Ketika ide ini sedang didiskusikan kemarin, perusahaan telekomunikasi PPCW yang berbasis di Hong Kong meluncurkan generasi kedua "eye service", sebuah alat genggam bergerak berbasis wi-fi (Wide Fidelity) yang dikembangkan Thomson sebagai platform multimedia berbasis IP (Internet Protocol) untuk pengguna rumahan. PCCW yang juga berpameran di Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 bukan nama asing di dunia "Media Baru". PCCW merupakan salasatu penyedia layanan IPTV yang paling sukses di Asia.
Disebut sebagai pelopor alat tersebut di wilayah Asia, layanan "eye 2" memungkinkan pengguna untuk berpindah-pindah dari kanal IPTV berkualitas tinggi, telepon video, menikmati musik online ke berbagai layanan media lainnya yang disediakan PCCW.
Semua ini dapat diakses dengan sebuah tampilan pengguna sederhana dan dapat dikendalikan dengan mudah oleh layar sentuh atau dengan tombol kendali yang diletakkan secara dinamis. "Eye 2" juga memiliki pengeras suara berkualitas tinggi dan sebuah penyangga yang memungkinkannya untuk ditempatkan di segala permukaan atau diletakkan dengan nyaman dalam genggaman tangan serta dibawa-bawa ke segala sudut rumah.
"Pelanggan kami telah menerima keuntungan besar dari sebuah layanan multimedia tanpa batas berbasis IP". kata Tom Chan, Direktur Consumer Group, PCCW Hong Kong. "Kami juga gembira meluncurkan "eye 2" di Hong Kong. Alat ini memuat telepon, TV, perangkat pemutar multimedia dan infotainment dengan berbagai fungsi interaktifnya. Didukung dengan quadruple play platform, setiap bagian dari layanan kami memberikan pengalaman unik bagi pelanggan".
Ketika para delegasi sibuk berkutat dengan kemungkinan menggabungkan IPTV dengan layanan berbasis internet, perhatian justru tertuju pada layanan multifungsi yang ditawarkan PCCW. Perlombaan mereformulasi IPTV dengan layanan multifungsi menarik lainnya sudah dimulai....Red/SH disarikan dari BroadcastAsia2009 Show Daily
BroadcastAsia Show Daily menanyakan hal ini ke David Wood, Kepala Divisi Media Baru European Broadcasting Union (EBU). "Teknologi yang memungkinkan tersedianya layanan multifungsi ini sudah tersedia," Woods menambahkan bahwa kemungkinan adanya "gelombang baru" layanan IPTV (Internet Protocol Television) adalah salahsatu isu yang dibahas saat dia menjadi pembicara dalam sesi pertama diskusi bertajuk Realising IPTV pada Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 yang diselenggarakan di Singapura 16-19 Juni kemarin.
Menurut Woods, saat ini yang menjadi semakin jelas adalah bagaimana IPTV dapat menyesuaikan diri dan bentuk layanannya ke dalam format yang lebih menarik. "IPTV bukanlah sebuah ide baru", katanya menambahkan bahwa sesi Realising IPTV tidak hanya membahas sisi teknis yang melingkupi IPTV, tetapi juga sisi peluang bisnis. Seperti bagaimana IPTV membedakan dirinya dari layanan TV lainnya serta bagaimana iklan dan sumber pemasukan lainnya dapat diperoleh layanan IPTV.
"Secara umum, pertumbuhan (IPTV saat ini) terasa kurang dramatis dari yang diramalkan 5 atau 10 tahun lalu, Namun sekarang kita berada di situasi yang baru, dan ke depan, kita akan melihat semacam kelahiran kembali IPTV." Salahsatu wilayah yang sedang dieksplorasi di Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 adalah kemungkinan menggabungkan IPTV dengan berbagai fitur dan fasilitas menarik yang ada di internet.
Wood mengatakan bahwa internet menawarkan bayak hal yang menarik bagi pelanggan, terutama situs sosialnya. Yang kemudian muncul dalam diskusi di konferensi adalah, dia menambahkan, cara baru menggabungkan fitur video-on-demand (VoD) dengan berbagai kemampuan menarik yang disediakan internet.
Namun bagaimanapun juga, pertanyaan besarnya adalah apakah hal ini akan benar-benar berhasil. Woods menjelaskan bahwa delegasi merasakan bahwa konten berbasis internet tidak menawarkan banyak model bisnis. Contohnya adalah, sebuah konten premium tidak dapat dijual melalui internet dengan harga yang lebih murah dari konten yang sama yang disediakan oleh TV berlangganan. Salahsatu poin yang harus diperhatikan adalah walaupun sebagian besar konten di internet adalah gratis karena biasanya konten tersebut tidak diproduksi secara profesional (produksi berbasis rumahan) seperti yang biasa ditemukan di situs penampil video YouTube. Penonton yang mencari konten seperti Hollywood biasanya memilih untuk menontonnya secara lebih berkualitas. Ini artinya penonton yang mencari konten seperti ini ingin menontonnya di layar yang lebih besar, dengan kualitas suara yang bagus (dts, surround sound) dan fitur canggih lainnya.
Untuk itu, walaupun ada kemungkinan sebuah konten berbasis internet mendapat tambahan pendapatan dengan menambahkan fitur layanan seperti VoD yang disediakan IPTV. Namun apakah hal ini akan memberikan nilai tambah untuk layanan IPTV yang tersedia sekarang?
Ketika ide ini sedang didiskusikan kemarin, perusahaan telekomunikasi PPCW yang berbasis di Hong Kong meluncurkan generasi kedua "eye service", sebuah alat genggam bergerak berbasis wi-fi (Wide Fidelity) yang dikembangkan Thomson sebagai platform multimedia berbasis IP (Internet Protocol) untuk pengguna rumahan. PCCW yang juga berpameran di Konferensi Internasional BroadcastAsia2009 bukan nama asing di dunia "Media Baru". PCCW merupakan salasatu penyedia layanan IPTV yang paling sukses di Asia.
Disebut sebagai pelopor alat tersebut di wilayah Asia, layanan "eye 2" memungkinkan pengguna untuk berpindah-pindah dari kanal IPTV berkualitas tinggi, telepon video, menikmati musik online ke berbagai layanan media lainnya yang disediakan PCCW.
Semua ini dapat diakses dengan sebuah tampilan pengguna sederhana dan dapat dikendalikan dengan mudah oleh layar sentuh atau dengan tombol kendali yang diletakkan secara dinamis. "Eye 2" juga memiliki pengeras suara berkualitas tinggi dan sebuah penyangga yang memungkinkannya untuk ditempatkan di segala permukaan atau diletakkan dengan nyaman dalam genggaman tangan serta dibawa-bawa ke segala sudut rumah.
"Pelanggan kami telah menerima keuntungan besar dari sebuah layanan multimedia tanpa batas berbasis IP". kata Tom Chan, Direktur Consumer Group, PCCW Hong Kong. "Kami juga gembira meluncurkan "eye 2" di Hong Kong. Alat ini memuat telepon, TV, perangkat pemutar multimedia dan infotainment dengan berbagai fungsi interaktifnya. Didukung dengan quadruple play platform, setiap bagian dari layanan kami memberikan pengalaman unik bagi pelanggan".
Ketika para delegasi sibuk berkutat dengan kemungkinan menggabungkan IPTV dengan layanan berbasis internet, perhatian justru tertuju pada layanan multifungsi yang ditawarkan PCCW. Perlombaan mereformulasi IPTV dengan layanan multifungsi menarik lainnya sudah dimulai....Red/SH disarikan dari BroadcastAsia2009 Show Daily