Mediasi Kepolisian dengan SCTV
Salah satu tugas sekaligus wewenang KPI meneruskan informasi, pengaduan, keluhan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satu informasi yang ditindaklanjuti KPI yaitu mempertemukan secara langsung SCTV dan Mabes Polri, Rabu, 9 Maret 2011 terkait tayangan program film “Mengaku Rasul” di SCTV, tayang 15 Februari, 2011. Pertemuan keduanya di dampingi oleh wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan coordinator bidang Isi Siaran, Ezki Suyanto. Sementara itu, SCTV diwakili Harsiwi Ahmad, Hardijanto, Ayi F. Wandi dan Ika Pasaribu. Sedangkan dari Mabes Polri, diwakili AKPB Djunaedi, Divisi Humas Polri.
Menurut Djunaedi, beberapa bagian dari film “Mengaku Rasul” terdapat adegan main hakim sendiri. “Kami mengerti bahwa film diputar jam 23.00, diperuntukkan untuk orang dewasa namun kenyataannya masyarakat kita masih banyak yang belum “dewasa” mencerna tayangan,”ujar Djunaedi. Apalagi film yang dibintangi Ray Sahetapi itu diputar seminggu setelah peristiwa Cikeusik. “Kami harap kedepan ada pengertian soal itu. Kami minta sensitifitasnya dengan kondisi yang sedang terjadi,” ungkap Djunaedi.
Menanggapi informasi Djunaedi, Harsiwi meyakinkan, SCTV tidak memiliki maksud atau niatan apapun dalam penayangan film bertema agama itu. SCTV sudah mempersiapkan penayangan film itu sejak dua bulan sebelumnya. Pihaknya pun sudah mendapatkan surat tanda lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) dan film itu diputar hampir tengah malam. “Kami memutarnya dalam rangka Maulid Nabi,” katanya. Harsiwi menambahkan bahwa SCTV berkomitmen akan mempertimbangkan soal “timing” penayangan sebuah program.
Sementara itu, Ezki, menyatakan meski penayangan dalam kondisi kurang kondisif namun film “Mengaku Rasul” bukan untuk mendiskreditkan kelompok atau pihak tertentu. “KPI melihatnya sebagai tayangan pembelajaran untuk masyarakat agar hati hati ajakan seseorang atau kelompok yang mengatasnamakan agama”ujar Ezki.
Nina, menyatakan adanya pertemuan seperti ini akan memperkaya pandangan semua pihak. Lembaga penyiaran bisa mendengarkan perspektif dan informasi dari pihak lain terkait program tayangannya. “Kami berharap pertemuan ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga sepakat komunikasi antar masing-masing pihak ditingkatkan,” katanya. Red/RG