KPID Jateng Imbau TV dan Radio Tidak Ganggu Kekhusukan  Bulan Ramadhan

Sample ImageKomisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah mengimbau seluruh lembaga penyiaran yang mengudara di wilayah Jawa Tengah baik radio maupun televisi, termasuk 11 televisi Jakarta yakni, TVRI, ANTV, TV One, RCTI, TPI, Global, SCTV, Indosiar, Trans, Trans 7, dan  Metro TV, agar tayangan maupun siarannya bisa menjaga kekhusukan, tidak merusak kesucian bulan Ramadhan 1431 H, serta menjaga iklim yang sejuk demi terciptanya kerukunan umat beragama.rr


Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah mengimbau seluruh lembaga penyiaran yang mengudara di wilayah Jawa Tengah baik radio maupun televisi, termasuk 11 televisi Jakarta yakni, TVRI, ANTV, TV One, RCTI, TPI, Global, SCTV, Indosiar, Trans, Trans 7, dan  Metro TV, agar tayangan maupun siarannya bisa menjaga kekhusukan, tidak merusak kesucian bulan Ramadhan 1431 H, serta menjaga iklim yang sejuk demi terciptanya kerukunan umat beragama.

Zainal Abidin Petir, Divisi Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng menjelaskan bahwa imbauan ini perlu disampaikan karena berdasarkan pengalaman yang lalu, selama bulan Ramadhan, masih banyak ditemukan tayangan termasuk komedi atau lelucon menjelang buka puasa maupun sahur. Tayangan sahur dan buka puasa tersebut dinilai penuh cemooh, makian, omongan kasar, dan adegan-adegan yang tidak baik. “Masak ada adegan pentung-pentungan, mulut orang dewasa dimasuki benda tertentu ketika sedang bicara, rambut digebyur semacam serbuk, dan sebagainya. Ini kan tidak mendidik dan merusak kesucian Ramadhan,” tandas Zainal.

Selain itu, tambah Zainal, lembaga penyiaran harus menghindari tayangan dan adegan  yang dapat membangkitkan nafsu birahi seperti cara berpakian artis atau presenter yang nyaris pamer payudara maupun paha, pembicaraan yang mengarah mesum, maupun acara-acara yang menjurus ghibah atau gunjingan, serta membuka aib orang lain yang tidak ada nilai positifnya bagi kepentingan publik.

"Terpenting justru jangan jadikan bulan Ramadhan untuk meraup keuntungan dengan program yang hanya ”berlabel nuansa ramadhan” tapi isinya  guyon, perselingkungan, pergunjingan punya anak tanpa bapak, tanpa mengedepankan pencerahan dan penanaman nilai-nilai agama ,” tandas Zainal.  Selain itu, KPID Jateng minta kepada televisi maupun radio untuk menyampaikan, baik secara lisan maupun running text  tanda dimulainya buka puasa maupun waktu imsak serta adzan Subuh. ” Ini kan imbauan baik sehingga tidak ada salahnya kalau harus dijalankan,” kata Zainal.

Apresiasi ANTV

Selain itu, KPID Jateng juga menyampaikan apresiasi kepada stasiun televisi swasta yakni ANTV yang secara resmi telah mengakhiri acara infotainment Espresso yang beberapa hari lalu ditegur KPID Jateng terkait adagen mesra bukan muhrim antara KD dan Raul yang sempat menjadi polemik.” Alhamdulillah, pihak manajemen ANTV dengan kesadarannya dan secara legowo telah men-delete acara infotainment. Semoga saja televisi yang lain mengikuti jejaknya,” ungkap Zainal.Red/SH