KPID Bengkulu sambangi KPI Pusat

Sample ImageSejumlah anggota KPID Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke KPI Pusat untuk membicarakan persoalan pernyiaran khususnya bidang perizinan. Kunjungan KPID Bengkulu diterima langsung oleh anggota KPI Pusat bidang kelembangaan, Idy Muzayyad, Senin 11 Oktober 2010.


Sejumlah anggota KPID Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke KPI Pusat untuk membicarakan persoalan pernyiaran khususnya bidang perizinan. Kunjungan KPID Bengkulu diterima langsung oleh anggota KPI Pusat bidang kelembangaan, Idy Muzayyad, Senin 11 Oktober 2010.

Salah satu yang ditanyakan anggota KPID Bengkulu dalam pertemuan tersebut adalah mengenai pengumuman peluang usaha oleh pemerintah. Menurut mereka, adanya pengumuman peluang usaha dan tidak pastinya kapan pengumuman tersebut justru semakin memperlambat jalannya proses perizinan di daerah seperti di Bengkulu.

Selain itu, lanjut mereka, runtut dari persoalan tersebut menyebabkan banyaknya kekhawatiran dari lembaga penyiaran tentang masa depan izin mereka. Lebih dari itu adalah soal kelanjutan bisnis dan juga kompetisi masing-masing lembaga penyiaran. Belum lagi kekhawatiran adanya sweeping dari instansi terkait di Bengkulu. “KPID menjadi tempat pelarian lembaga penyiaran. Kami posisinya jadi dilematis,” ungkap salah satu anggota KPID Bengkulu.

Menanggapi itu, Idy Muzayyad menjelaskan kalau pengumuman peluang usaha oleh pemerintah juga menjadi pertanyaan KPI Pusat. Kapan pemerintah mengumumkan peluang ini belum juga pasti. “Kita juga mempertanyakan bagaimana kebijakan ini sebenarnya,” ungkapnya.

Diawal kesempatan pertemuan itu, Idy mengungkapkan hal-hal terkait isi siaran, kelembagaan dan perizinan. “Soal kelembagaan KPI masih banyak sekali perbedaan-perbedaan seperti soal rekruitmen anggota di setiap daerah. Selain itu, soal SOP perizinan juga berbeda-beda di setiap daerah. Ini kita usahakan diselaraskan,” jelasnya. Red/RG