KPI Pusat EDP dengan Sembilan LP Jakarta
Sembilan lembaga penyiaran pemohon izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) di wilayah DKI Jakarta, berhasil melalui proses evaluasi dengar pendapat (EDP) dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat di kantor KPI Pusat, Jakarta, Kamis, 10 Maret 2011. Selanjutnya, KPI Pusat akan memberikan penilaian kepada sembilan lembaga penyiaran tersebut untuk mendapatkan rekomendasi kelayakan (RK).
Adapun kesembilan lembaga penyiaran peserta EDP antara lain, PT Karya Kreatif Bersama, PT Nadira Intermedia Nusantara, PT Esa Production, PT Pilar Mediatama, PT Jakarta Media Kreasi Utama, PT Radio Alternatif Jakarta, PT Radio Bisnis Indonesia Jakarta, Radio Komunitas Tama, dan Perkumpulan Radio Komunitas Bintang Dusasa.
Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat mengatakan, surat rekomendasi kelayakan jangan dipahami bisa menjamin setiap lembaga penyiaran akan mendapatkan surat izin penyiaran. Rekomendasi kelayakan hanyalah sebuah pengantar setiap lembaga penyiaran masuk ke tahap berikutnya.
“Belum tentu lembaga penyiaran yang sudah dapat rekomendasi kelayakan bisa mendapatkan izin penyiaran. Banyak pertimbangan untuk memperoleh izin seperti ketersediaan kanal dan hal-hal teknis lainnya,” kata Dadang diakhir acara proses EDP.
Pada saat sesi tanyajawab, anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, Azimah Soebagyo, meminta kepada lembaga penyiaran khususnya televisi untuk memperhatikan dan melindungi kelompok-kelompok khusus seperti anak-anak dan remaja dari tayangan berdampak buruk. “Khususnya film-film yang akan ditayangkan di televisi. Ini sangat berbeda dengan penayangan di bioskop yang khalayaknya sudah selektif. Sebaiknya, film di layar televisi pakemnya adalah P3 dan SPS KPI. Saya minta ini diperhatikan,” tegasnya.
Terkait pernyataan Azimah, anggota KPI Pusat bidang kelembagaan lainnya, Judhariksawan mengungkapkan penting setiap televisi atau televisi berlangganan memiliki teknologi self sensorship. Teknologi ini untuk meminimalisir potongan tayangan yang tidak pantas masuk ke ruang publik sekaligus menjaga khalayak khusus tadi.
Judha juga meminta adanya fasilitas parental lock di setiap media box para pelanggan mereka. Fasilitas ini bisa di pakai para orangtua untuk memberikan perlindungan pada anak-anaknya dari program acara atau kanal untuk dewasa.
Suprawito, narasumber EDP dari anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), mengharapkan setiap konten lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, menyelipkan pesan tentang nasionalisme dan wawasan kebangsaaan. Harapan ini muncul karena minimnya konten lokal yang bernuansa nasionalisme. “Film-film Amerika, apapun kategori filmnya, sedikitnya ada menyelipkan lambang dari negera mereka seperti bendera,” katanya.
Dalam kesempatan EDP itu, turut hadir anggota KPI Pusat lainnya seperti, Idy Muzayyad, Yazirwan Uyun, Mochamad Riyanto, Nina Mutmainnah, dan Iswandi Syahputra. Selain itu, dari narasumber hadir perwakilan dari Kementerian Kominfo, Paulus Widyanto dari Tokoh Masyarakat, Dinas Pemda, dan Akademisi. Red/RG