KPI Minta BTV Kedepankan Aspek Kualitas Ketimbang Viralitas

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta lembaga penyiaran, khususnya BTV, untuk lebih mengedepankan aspek kualitas siarannya ketimbang sisi viralitas dan rating. Hal ini untuk memastikan setiap tayangan berisikan hal yang manfaat, bernilai dan juga sehat.
“Kami berharap lembaga penyiaran tidak hanya melihat pada viralitas dan rating, tapi juga kualitasnya,” kata Komisioner KPI Pusat, Analisa, di forum Evaluasi Tahunan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Berjaringan BTV, Kamis (10/9/2026).
Penekanan ini, lanjut Analisa, berkaitan dengan sanksi teguran yang diperoleh BTV selama tahun 2025 yang berjumlah dua (2). Teguran ini diberikan untuk dua program jurnalistik di BTV karena melanggar aturan tentang norma kesopanan dan kesusilaan.
Selain itu, BTV sama sekali tidak memperoleh Anugerah yang digelar KPI, namun masuk beberapa programnya masuk nomine di Anugerah Syiar Ramadan dan Anugerah Penyiaran Raman Anak (APRA). “Kami sebenarnya tidak senang memberikan sanksi kepada BTV, karenanya kami selalui berusaha dapat menjalin komunikasi untuk setiap perbaikannya,” ujar Analisa.
Berdasarkan data riset Indeks Kualitas Program Siaran TV (IKPSTV) KPI tahun 2025, ada tiga kategori program BTV yang masuk yakni kategori anak, berita dan infotainmen. Dari ketiganya, ada satu kategori yang nilainya dibawah standar kualitas IKPTSV yakni infotainmen.
“Jadi secara rata-rata nilai indeksnya masih 3.20. Terkait riset ini, kami sudah lakukan belasan tahun. Kita ada skala 1 sampai 4 dan sebuah program dikatakan berkualitas jika nilanya sudah di atas 3. Kami sampaikan rekomendasi dan evaluasi yakni untuk mematuhi P3SPS terkait norma-norma tadi. Sedang dari aspek penghargaannya dapat ditingkatkan kualitas programnya,” tutur Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat ini.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, mengapresiasi eksistensi BTV untuk tetap bersiaran di tengah persaingan yang ketat industri penyiaran dengan media baru. Hal ini, katanya, bagian dari upaya membentengi masyarakat dari paparan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Namun begitu, Hasrul meminta BTV memperbaiki catatan pelaksanaan sistem siaran jaringan (SSJ). Pasalnya, pelaksanaan ini merupakan mandatori yang harus dilakukan lembaga penyiaran berjaringan.

Dalam kesempatan ini, ia berharap siaran BTV dapat menjangkau banyak lagi daerah di tanah air. Hasrul juga berharap jaringan BTV yang sudah tidak bersiaran lagi kembali on air.
“Kami berharap karena sudah susah payah dapat frekuensi di daerah. Jangan perjuangan itu disia-siakan. Syang sudah menjadi induk jaringan. Kami berharap BTV dapat bangkit dan bersiran di tempat lain,” kata Ketua KPI Pusat yang juga Anggota bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat.
Harapan yang sama juga disampaikan Komisioner sekaligus Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, Amin Shabana. “BTV harus jadi garda terdepan dengan informasi yang kredibel. Masyarakat sekarang sudah kritis bagaimana membandingkan dengan media lain. Tetap menjadi TV yang informasi layak dan terpercaya,” katanya.
Amin juga mengingatkan BTV untuk menjalankan tiga fungsi media penyiaran yakni sebagai media informasi, hiburan dan perekat sosial. “Karena fungsi ini menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran,” tegasnya seraya menyampaikan KPI memiliki forum Sekolah P3SPS yang bertujuan meningkatkan kualitas penyiaran melalui peningkatan SDM di lembaga penyiaran.
Wakil Ketua KPI Pusat, Evri Rizqi Monarshi, menyoroti beberapa program acara BTV yang dinilainya bermanfaat, baik dan edukatif bagi publik yakni program Goes to School dan Goes to Campus.
“Saya sangat apresiasi program ini. Mereka mendapatkan siaran yang sesuai dengan usianya. Karena sangat sedikit lembaga penyiaran yang mau ambil ceruk program ini. Saya harap ini terus dilakukan,” pintanya.
Di tempat yang sama, Komisioner KPI Pusat, Widhie Kurniawan, berharap BTV mendukung proses pembaruan regulasi penyiaran atau RUU Penyiaran. “Apa yang paling diharapkan dari UU Penyiaran ini. Jadi, mari sama-sama kita usung,” tukasnya.
Menanggapi evaluasi dan harapan KPI, Perwakilan BTV mengatakan akan melakukan perbaikan internal atas pelanggaran siaran yang pernah dilakukan. BTV juga akan intensif mengikuti program Sekolah P3SPS KPI.
“Terkait laporan SSJ, kami akan laporkan secara berkala karena kami punya 12 anak jaringan. Terkait wilayah yang sudah tidak bersiaran, ini kami hentikan sementara karena kami sedang tidak baik-baik saja. Tapi kami tetap berusaha menjadi garda terdepan untuk penyedia infromasi. Kami tetap berusaha menyampaikan informasi yang baik. Tidak mudah bersiaran di beberapa kota tersebut. Ini hanya smentara,” kata perwakilan BTV. ***/Foto: Agung R
