KPI: Masyarakat Punya Peran untuk Perbaiki Dunia Penyiaran
(Jakarta) - Komisioner KPI Pusat, Azimah Subagijo, menegaskan bahwa sesungguhnya masyarakat punya peran untuk memperbaiki dunia penyiaran dengan menggunakan hak untuk mengadukan siaran yang bermasalah, demikian disampaikan komisioner KPI bidang Kelembagaan ini pada acara Forum Pengembangan Literasi Media dalam Rangka Penguatan Sadar Media yang diadakan Kementerian Kominfo bekerja sama dengan PMII di Pontianak, 8 Maret 2012. Lebih jauh Azimah menambahkan bahwa masyarakat juga harus menggunakan media dengan baik karena seringkali dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat adalah akibat penggunaan media yang tidak tepat atau tidak bijaksana yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. “Masih banyak masyarakat yang menonton dengan pola yang tidak terencana dan dengan muatan apa saja. Kondisi ini harus kita perbaiki”, tutur Azimah.
Acara yang dibuka oleh Wagub Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, dihadiri pula oleh narasumber lain yaitu, Henry Subiakto (Staf Ahli Kominfo), Tarman Azam (Dewan Penasehat PWI), dan Muhammad Ainul Yakin Simatupang (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia -PMII). Acara ini diadakan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sadar media sehingga mengerti apa fungsi dan dampak media serta dapat menggunakan media dengan bijaksana.
Ainul Yakin menyampaikan bahwa penduduk Indonesia yang bisa mengakses pendidikan tinggi hanya 20% dari keseluruhan masyarakat Indonesia. Bisa diartikan bahwa hanya sedikit dari masyarakat Indonesia punya kemampuan untuk menganalisis media. Henry Subiakto menyampaikan bahwa power tens to corrupt, jika dulu power didefinisikan sebagai pemerintah, saat ini siapa pun yang memiliki power punya kecenderungan untuk corrupt. Termasuk jika kekuatan ada di media sedangkan disisi lain kekuatan media jarang mendapatkan kritik. Tarman Azzam menambahkan bahwa memang pers harus bebas tapi juga harus beretika. Hal ini karena pers punya power surplus yang berpotensi menggerakan opini massa untuk itu menurutnya perlu ada kode etik profesi bagi jurnalis.
Para kesempatan tersebut, Tarman Azzam juga menyampaikan bahwa kebebasan pers dan media adalah konsekuensi dari demokrasi yang kita pilih. “Kita tentu tidak mau untuk kembali dikekang seperti zaman oerde lama dan orde baru. Oleh karena itu mari kita perbaiki media kita agar bangsa kita lebih maju.” Ujar Tarman. Pernyataan penutup dari Tarman Azzam ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari 120 peserta yang hadir di acara tersebut. (AQUA)