Gubernur Jateng: ''Materi Siaran Jangan Timbulkan Keresahan''
Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), mengimbau agar materi siaran dari lembaga penyiaran televisi dan radio jangan sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut Gubernur, sampai sekarang tayangan televisi masih kerap membuat resah masyarakat, dengan menampilkan demonstrasi yang ricuh, kekerasan, dan lainnya.
“Ini menjadi tugas KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) untuk menertibkan materi siaran,” kata gubernur pada pembukaan peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-78 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jl Pahlawan Semarang, Senin (28/3).
Gubernur juga mengeluhkan pemberitaan yang cenderung menyalahkan kinerja pemerintah. “Padahal saya sudah bekerja siang-malam, tetap saja disalahkan,” kata Bibit.
Bibit menyatakan, ada beberapa peran yang perlu diperhatikan lembaga penyiaran, yaitu edukasi, kontrol sosial, perekat masyarakat, dan sebagai media hiburan.
Pembukaan peringatan Harsiarnas ke-78 dimeriahkan teaterikal yang menceritakan wajah penyiaran Indonesia dari awal sampai sekarang yang dibawakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang.
Selain itu juga digelar dialog interaktif dengan Gubernur bertema program Bali Desa Mbangun Desa yang di-relay 340 stasiun radio dan tujuh televisi di Jateng. Dialog tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai dialog interaktif yang disiarkan stasiun radio dan televisi terbanyak. Penghargaan diberikan kepada Gubernur Jateng sebagai narasumber, Hadi Prabowo, Sekdaprov Jateng, sebagai pemrakarsa, dan KPID Jateng sebagai pelaksana.
Jatuhkan Sanksi
Dadang Rahmat Hidayat, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengungkapkan, masih ada lembaga penyiaran yang belum sesuai dengan ketentuan UU Penyiaran. Pelanggaran yang masih banyak dilakukan lembaga penyiaran, terutama televisi, antara lain menayangkan kekerasan, mistik, dan pornografi. “Pada tahun 2010 kami telah menjatuhkan 100 sanksi administrasi kepada lembaga penyiaran,” ucapnya.
Isdiyanto, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng menjelaskan, kegiatan Harsiarnas ke-78 juga digelar di Solo. Serangkaian kegiatan di Solo antara lain seminar, ekspresi penyiaran di auditorium RRI Solo yang akan dihadiri toko-tokoh politik nasional seperti Puan Maharani (ketua DPP PDIP), Taufik Kurniawan (sekjen DPP PAN), dan lainnya. “Pada hari terakhir, tanggal 1 April digelar karnaval penyiaran,” jelasnya. Red/RG dari SM tanggal 29 Maret 2011