Pertumbuhan Profit TV Berbayar Asia Akan Meningkat Tajam Untuk 5 Tahun ke Depan

Sample ImageMenurut hasil penelitian yang dipublikasikan pada hari Senin kemarin, penilaian terhadap operator TV berbayar di kawasan Asia akan meningkat dengan adanya peningkatan pesat pertumbuhan profit untuk jangka waktu lima tahun ke depan.


Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan pada hari Senin kemarin, penilaian terhadap operator TV berbayar di kawasan Asia akan meningkat dengan adanya peningkatan pesat pertumbuhan profit untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Menurut Media Partners Asia (MPA), konsultan media kawasan Asia,  pertumbuhan profit lebih dari 10 persen tiap tahun sampai dengan tahun 2015 disebabkan adanya peningkatan jumlah pelanggan dan pendapatan yang merupakan efek dari penerapan sistem digital dan layanan broadband. Penelitian tersebut berdasarkan ramalan pertumbuhan dari 10 TV berbayar terbesar di kawasan Asia, di negara-negara seperti China, India dan Jepang.

MPA mengatakan bahwa rata-rata nilai dari 10 TV berbayar itu dapat meningkat dari 8 kali lipat hingga 11 kali atau hampir dua kali lipat dari nilai operator TV berbayar di dunia dalam waktu satu tahun .

"Banyak operator TV berbayar di Asia berada pada titik tengah atau puncak dari grafik pertumbuhan yang naik, sama pada waktu terjadinya peningkatan nilai dari operator kabel antara tahun1997 dan 2005 di Amerika Utara,"kata Vivek Couto, direktur eksekutif MPA.

MPA menggambarkan pertumbuhan profit TV berbayar di China, India dan Indonesia sebagai "ledakan" sedangkan untuk pasar yang lebih mapan seperti Australia, Malaysia dan Korea Selatan berada pada posisi "steady".

Di kawasan Asia-Pasific terdapat 330 juta rumah tangga yang menggunakan TV berbayar, MPA meramalkan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 437 juta pada tahun 2015. Pendapatan TV berbayar di kawasan ini diramalkan akan meningkat dua kali lipat menjadi $60 milyar di tahun 2015, dimana setengah dari pendapatan tersebut merupakan pendapatan China dan India.  

Pelanggan TV berbayar di China diperkirakan mencapai 170 juta rumah tangga di akhir tahun ini.

Rupert Murdoch dari News Corp bulan lalu mengumumkan perubahan strategi dari Star Asian. Secara efektif mereka memilih India yang akan menjadi pusat perkembangan jaringannya di kawasan Asia. Mr. Couto mengatakan bahwa pasar pertelevisan di India dan Indonesia masih terbuka bagi investor asing.Red/AN sumber: www.ft.com