Penyiaran Berbasis AI di ASEAN
Penyiaran Berbasis AI di ASEAN
Penulis: Amin Shabana
Deskripsi Fisik: 17 cm x 23 cm, XVI + 264 hlm
Publikasi: Cetakan Pertama - Agustus 2026
Buku ini membahas bagaimana kecerdasan artifisial mulai mengubah ekosistem penyiaran di kawasan Asia Tenggara, mulai dari proses produksi konten, kerja redaksi, analisis audiens, manajemen arsip, distribusi multiplatform, hingga pemantauan isi siaran. Melalui kajian per negara (Indonesia, Kamboja, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, Laos, dan Myanmar), buku ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi AI di ASEAN belum merata: sebagian negara sudah memiliki infrastruktur, kebijakan, dan praktik industri yang relatif maju, sementara sebagian lainnya masih menghadapi keterbatasan regulasi, SDM, pembiayaan, data lokal, serta kapasitas teknologi. Isu utama yang ditekankan adalah perlunya tata kelola AI yang etis, transparan, akuntabel, dan tetap berada dalam pengawasan manusia, terutama karena AI juga membawa risiko besar seperti disinformasi, deepfake, bias algoritma, pelanggaran privasi, ancaman keamanan siber, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap media. Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat modernisasi industri penyiaran, melainkan agenda strategis kawasan yang membutuhkan kerja sama regulator, pemerintah, lembaga penyiaran, akademisi, industri, dan masyarakat sipil agar pemanfaatannya dapat memperkuat layanan publik, menjaga keberagaman budaya, meningkatkan kualitas informasi, serta membangun ekosistem penyiaran ASEAN yang adaptif, inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.