Konsistensi Hadirkan Siaran yang Baik dan Jaga Publik di Perbatasan

Jakarta -- Sebagai pendatang baru dalam industri penyiaran TV di tanah air, Garuda TV diharapkan dapat terus konsisten menghadirkan siaran yang baik untuk masyarakat Indonesia. Harapan ini disampaikan Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, dalam Evaluasi Tahunan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Berjaringan Periode Tahun 2025, Senin (7/9/2026).
“Antara KPI, masyarakat, lembaga penyiaran, serta pemerintah adalah satu ekosistem dimana tujuan kita adalah menghadirkan penyiaran yang baik untuk masyarakat Indonesia,” ujar Hasrul kepada perwakilan Garuda TV yang hadir dalam forum evaluasi tahunan di Kantor KPI Pusat.
Namun begitu, Hasrul mengingatkan Garuda TV untuk memperhatikan pelaksanaan sistem siaran jaringan (SSJ). Pasalnya, KPI Pusat belum menerima data pelaksanaan SSJ dari Garuda TV pada periode 2025 lalu.
“Mungkin karena ini pertama kali bagi Garuda TV ikut di forum evaluasi tahunan. Jadi, di hari ini mungkin kita maklumi. Mudah-mudahan di tahun depan, laporan SSJ sudah bisa dipenuhi karena ini semangat dari undang-undang penyiaran yakni keberagaman konten dan keberagaman kepemilikan,” katanya.
KPI juga mendorong Garuda TV untuk memperluas jaringan siaran ke wilayah-wilayah terdepan atau perbatasan Indonesia. Kehadiran Garuda TV di wilayah ini untuk menjaga masyarakat dari paparan siaran asing.
“Kami berharap Garuda TV tidak fokus kepada wilayah kota Nielsen. Tapi juga menjadi garda paling terdepan kita untuk menjaga wilayah perbatasan. Karena wilayah-wilayah ini hampir kosong dengan siaran,” jelas Hasrul.

Senada dengan Ketua KPI Pusat, Komisioner KPI Pusat, Amin Shabana, berharap kehadiran Garuda TV dapat menjadi model bagi tumbuh kembang industry penyiaran di tanah air. Ia juga berharap keragaman siaran di Garuda TV tetap dipertahankan.
“Karena ini mandat UU Penyiaran Pasal 11 karena fungsi lembaga penyiaran ada tiga yakni informasi, hiburan dan edukasi. Jadi bukan memilih satu fungsi, seperti hanya hiburan atau edukasi tapi juga terintergasi. Kami juga mengingatkan ke lembaga penyiaran lainnya. Jadi tidak fokus pada satu aspek saja. Pasalnya, publik berharap banyak kepada lembaga penyiaran di tengah tsunami hoaks dari media sosial. Ini bisa menjadi momen untuk meraih kembali kepercayaan dari publik,” kata Amin Shabana.
Sebelumnya, Komisioner KPI Pusat, Analisa, menyampaikan hasil evaluasi tahunan Garuda TV. Sepanjang tahun 2025, Garuda TV memperoleh tiga sanksi berupa teguran tertulis terkait pelanggaran norma kesopanan dan kesusilaan serta perlindungan anak dan remaja.
Kendati demikian, lanjut Analisa, Garuda TV berhasil meraih satu penghargaan dalam Anugerah KPI 2025 untuk kategori wisata dan budaya. Selain itu, sejumlah program Garuda TV masuk dalam 6 nominasi penganugerahan KPI. “Ini capaian yang luar biasa untuk TV semuda Garuda TV,” ujar Analisa.
Pada kegiatan riset IKPSTV KPI tahun 2025, ada empat kategori program di Garuda TV masuk dalam riset. Hasilnya hanya satu kategori yang nilainya di bawah standar yakni kategori religi.
Terkait sanksi yang diterima Garuda TV, Komisioner sekaligus Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, Amin Shabana, menekankan peningkatkan kualitas isi siaran. Pasalnya, sambung Amin, banyaknya sanksi bukanlah prestasi bagi lembaganya.
“Tapi isi siarannya lebih berkualitas karena akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang kembali menonton televisi dan itu merupakan prestasi buat lembaga penyiarannya sendiri juga prestasi bagi KPI,” kata Amin Shabana.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPI Pusat, Evri Rizqi Monarshi, mengapresiasi in-house production program yang dimiliki Garuda TV. Ia berharap in house production ini tetap dipertahankan Garuda TV di masa mendatang. Namun, ia tetap mengingatkan soal pelanggaran siaran oleh Garuda TV sehingga berbuah tiga teguran tertulis dari KPI.

Terkait sanksi ini, Komisioner KPI Pusat, Fuji Samantha, berharap Garuda TV menjadikannya bahan evaluasi untuk kinerja ke depan. Menurutnya, teguran terhadap beberapa program tersebut menunjukkan bahwa penguatan self regulasi di internal Garuda TV masih perlu ditingkatkan.
“Ke depannya, kami berharap Garuda TV tidak hanya menjadi televisi yang berkembang secara bisnis dan jangkauan, tetapi juga menjadi benchmark dalam kualitas jurnalistik dan kepatuhan terhadap P3SPS. Saya ingin Garuda TV jauh lebih baik lagi dan mohon maaf tentunya untuk meningkatkan kualitas jurnalistik, khususnya keberimbangan dan akurasi,” jelas Komisioner KPI Pusat bidang Kelembagaan ini.
Sementara itu, Komisioner KPI Pusat, Widhie Kurniawan, berharap Garuda TV terus menghadirkan siaran-siaran yang mencerdaskan, baik dalam program jurnalistik maupun program lainnya. “Impact (dampak) itu menjadi penting. Kemudian juga dapat merubah perilaku untuk menjadi lebih rasional,” tandasnya.
Menyikapi hasil evaluasi tahunan dari KPI, perwakilan dari Garuda TVmenyampaikan hasil evaluasi tahunan itu menjadi bahan masukan bagi pihaknya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas siarannya. “Terima kasih sudah mengawasi, menjaga dan membina kami. Adpaun untuk SSJ kami siap submit,” katanya. ***/Foto: Agung R