Diretas, Situs KPID Kalbar Penuh Hujatan ke Malaysia
Pontianak - Website Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat (KPID Kalbar) diretas orang tak bertanggung jawab. Alih-alih berisi informasi, situs tersebut justru dipenuhi hujatan terhadap negeri jiran, Malaysia.
Insiden yang terjadi pada Rabu kemarin itu mengakibatkan situs beralamat www.kpid-kalbar.org itu tidak bisa diakses seperti biasanya.
“Kemarin kami mencoba memperbarui berita soal KPID. Tidak tahunya, yang keluar malah hujatan ke Malaysia. Kami hanya menduga saja, mungkin ulah orang-orang iseng," kata Ketua KPID Kalbar Faisal Riza di Pontianak, Kamis, 12 Januari 2012.
Ia menambahkan, pihaknya tidak mengetahui motif para peretas. "Nggak tahu juga apa maksud hujatan itu,” tambah dia.
Sebelumnya, Faisal menceritakan, KPID Kalbar pernah mengulas peranan penting radio di wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Barat. “Tapi, apa hubungannya dengna acara itu? Kami tidak habis pikir, kenapa website KPID Kalbar diretas,” keluh Faisal.
Hingga saat ini, sambung Faisal, website KPID Kalbar masih dalam tahapan perbaikan. “Kami sudah menunjuk orang IT untuk memperbaiki website ini. Moga-moga secepatnya bisa selesai dan masyarakat Kalbar bisa kembali menikmati sajian informasi penyiaran,” kata Faisal.
Ulasan KPID sebelumnya menyoroti warga di perbatasan yang lebih mudah mendapat informasi dari Malaysia ketimbang negaranya sendiri, Indonesia. Ada 11 radio Malaysia mengudara ke wilayah perbatasan, yakni di Dusun Camar Bulan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, dan Kabupaten Sambas. Tak hanya itu, siaran tiga stasiun televisi Malaysia--TV1, TV2, dan TV3--pun bisa ditangkap dengan mudah.
Untuk mengetahui informasi tentang tanah airnya sendiri, warga hanya mengandalkan radio komunitas yang sangat terbatas daya jangkaunya, hanya dalam radius 2,5 kilometer. Red dari Viva/KPID Kalbar