CBA dan UNESCO Terbitkan Panduan Media Literasi bagi Lembaga Penyiaran

Sample ImageCommonwealth Broadcasting Association (CBA) dan UNESCO untuk pertama kali dalam sejarah menerbitkan panduan mengenai bagaimana lembaga penyairan di seluruh dunia untuk memproduksi isi siaran swadaya (user-generated content/UGC) dan informasi literasi media secara lebih baik. Panduan baru ini juga menunjukkan cara bagaimana agar publik lebih sadar dan kritis terhadap media.


Commonwealth Broadcasting Association (CBA) dan UNESCO untuk pertama kali dalam sejarah menerbitkan panduan mengenai bagaimana lembaga penyairan di seluruh dunia untuk memproduksi isi siaran swadaya (user-generated content/UGC) dan informasi literasi media secara lebih baik. Panduan baru ini juga menunjukkan cara bagaimana agar publik lebih sadar dan kritis terhadap media.

Assistant Director-General for Communication and Information UNESCO, Abdul Waheed Khan, menyatakan "UNESCO dan CBA menggabungkan kekuatan untuk mendorong lembaga penyiaran, terutama di negara berkembang untuk berinteraksi dengan pemirsa agar memproduksi isi siaran swadaya dengan kualitas yang lebih baik serta memperbaiki kualitas kesadaran media mereka."

Panduan yang dimotori dan didanai oleh UNESCO serta dikerjakan oleh Commonwealth Broadcasting Association (CBA) ini menyediakan panduan bagaimana mendorong munculnya materi siaran dari sumber yang lebih luas yang melayani kepentingan publik maupun komersil serta kebutuhan maupun pandangan demokratis pemirsa. Panduan yang diluncurkan bulan lalu ini ditulis oleh Martin Scott, pengajar Media dan Pembangunan, University of East Anglia. Panduan ini didasari oleh riset yang dipublikasikan tahun lalu yang menunjukkan bahwa kurangnya inisiatif lembaga penyiaran mempromosikan isi siaran swadaya dan media literasi.

Kemajuan pesat dalam teknologi berarti juga pengguna/pemirsa dapat dengan mudah menghasilkan isi siaran dari berbagai sumber yang lebih luas serta menawarkannya ke lembaga penyiaran melalui surat, email, SMS, foto, video maupun blog. Keuntungan dari mempromosikan dan menggunakan isi siaran swadaya atau UGC adalah akses gratis ke sumber berita yang tidak didapat oleh lembaga penyiaran. Sebagai contoh adalah kerusuhan pascapemilu Iran dan serangan teroris di mumbai.

Panduan baru ini juga memperhatikan resiko potensial dan kekhawatiran mengenai implikasi praktis dan komersil dari penggunaan isi siaran swadaya. "Panduan ini hadir di saat ketersediaan dan produktifitas UGC terus menerus meningkat dan semakin dikenal serta telah menjadi bagian dari masyarakat informasi modern. Masyarakat di seluruh dunia harus menjadi lebih sadar serta kritis terhadap media dan informasi." "Dengan menyediakan tidak hanya tempat bagi publik untuk mengekspresikan dirinya, tetapi juga keahlian dan kapasitas, lembaga penyiaran menjamin hak kebebasan berekspresi publik menjadi lebih nyata," jelas Scott.

Walaupun panduan ini ditulis utamanya untuk lembaga penyiaran, namun diharapkan panduan ini juga digunakan oleh industri penyiaran yang lebih luas, pembuat kebijakan dan lembaga pendidikan media.Red/SH dari http://www.cba.org.uk