Upaya Mengembalikan Kecintaan Publik pada Siaran Radio
Kuansing - Dahulu, radio menjadi salah satu media hiburan dan sumber informasi yang diminati sekaligus dinanti-nanti masyarakat. Berbagai cerita muncul dari interaksi para penikmat media ini, mulai dari kisah kehidupan hingga percintaan yang menjadi kenangan tersendiri bagi para pendengarnya.
Salah satu stasiun radio yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, yakni Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuansing FM, mencoba untuk mengembalikan kenangan masa lalu para pendengar radio di daerahnya. Berkolaborasi dengan salah satu media ternama di Kuansing, Detikkuansing, dibuatlah program radio bertema “Nostalgia Radio Masa Lalu”.
Program berisikan dialog interaktif ini menghadirkan para senior dunia penyiaran di Riau, yakni Lala Karmila dan Dhea Clarissa.
Dalam kesempatan ini, Lala Karmila menyampaikan harapan agar generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, tetap mencintai radio sebagai salah satu media informasi dan hiburan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kita ingin ke depannya generasi muda tetap mencintai radio ini. Jangan sampai hilang ditelan zaman. Dahulunya, radio menjadi salah satu media untuk mendapatkan informasi, bahkan berbagi kisah percintaan, mencari jodoh, hingga menitipkan salam,” ujar Lala Karmila.
Sementara itu, Dhea Clarissa mengungkapkan bahwa radio memiliki kenangan tersendiri bagi para pendengarnya. Bahkan, sebuah lagu maupun aroma parfum bisa mengingatkan seseorang pada momen tertentu di masa lalu.
“Dulunya banyak pendengar radio menyimpan kenangan melalui sebuah lagu maupun wangi parfum,” kata Dhea Clarissa.
Menariknya, kecintaan Dhea Clarissa terhadap dunia radio telah tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku perkuliahan. Ia bahkan pernah mengikuti kompetisi radio di Pekanbaru hingga akhirnya terus menekuni dunia penyiaran dan masih mengudara di LPPL Kuansing FM hingga saat ini.
Melalui dialog interaktif tersebut, diharapkan radio tetap menjadi bagian dari perjalanan informasi, hiburan, dan kenangan masyarakat, meskipun zaman terus berkembang. Red dari berbagai sumber