Picu Inovasi Program Siaran di TV dan Radio
Singaraja -- Anugerah Penyiaran Bali (APB) 2026 diharapkan menjadi pemacu bagi lembaga penyiaran radio dan televisi di Bali untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Nyoman Adi Sukerno, dalam dialog di Pro 1 RRI Singaraja, Kamis (8/102026), mengatakan penghargaan yang diberikan bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan agar lembaga penyiaran meningkatkan kreativitas dan kualitas siarannya.
“Kata kuncinya harus disiplin saja dulu. Kalau tidak disiplin, bagaimana radio swasta ini bisa berinovasi dan kreatif menciptakan suasana-suasana baru,” ujar Adi.
Menurutnya, lembaga penyiaran juga perlu tetap menjalankan fungsi edukasi, hiburan, informasi, dan pelayanan sosial kepada masyarakat. Radio dan televisi dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang terpercaya di tengah banyaknya arus informasi dari media sosial.
“Kami berharap radio dan TV supaya lebih inovatif dalam menayangkan acara, berita-berita, atau siaran-siaran yang terkini,” kata Adi.
Selain mendorong inovasi, KPID Bali juga mengajak masyarakat memanfaatkan lembaga penyiaran sebagai ruang penyampaian informasi untuk kepentingan umum. Masyarakat dapat menyampaikan persoalan di lingkungan sekitar yang membutuhkan perhatian publik melalui radio.
Puncak Anugerah Penyiaran Bali 2026 akan digelar pada 3 November 2026 dan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara KPID, lembaga penyiaran, serta masyarakat Bali. Red dari berbagai sumber