Mahasiswa Diminta Bijak Pilih Siaran dan Cegah Hoaks
Manado -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong generasi muda agar semakin kritis dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi informasi di tengah derasnya arus informasi dari media digital.
Hal tersebut disampaikan Ketua KPID Sulut di sela-sela kegiatan Literasi Media untuk mahasiswa baru di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Kamis (13/8/2026). Literasi ini mengangkat tema “Literasi Sejuta Pemirsa: Bijak Memilih Siaran, Wujud Kesadaran Generasi Muda dalam Menjaga Nilai Kebangsaan.”
Dalam pemaparannya, KPID Sulut, Pengasihan S. Amisan, menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam memilah dan memeriksa setiap informasi yang diterima, khususnya melalui media sosial dan berbagai platform digital.
“Kami ingatkan agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi sebelum memastikan sumber dan kebenarannya,” kata Pengasihan.
Ia menegaskan, upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks maupun informasi yang belum terverifikasi.
Selain kemampuan bermedia secara kritis, para mahasiswa baru juga dikenalkan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI sebagai salah satu pijakan dalam menilai konten siaran.
Pemahaman terhadap P3SPS, kata KPID, diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengenali serta memilih program siaran yang sehat, edukatif, informatif dan sesuai dengan ketentuan penyiaran.
Dari pantauan KPID, para mahasiswa baru Fakultas Hukum Unsrat tampak antusias mengikuti materi dan aktif menyampaikan pertanyaan dalam sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan yang disampaikan peserta berkaitan dengan penggunaan media sosial, kredibilitas informasi, penyebaran hoaks hingga cara menyikapi berbagai konten yang beredar di ruang digital. Red dari berbagai sumber