KPI Pusat Jajaki Kerja Sama Bidang Penyiaran Indonesia-Myanmar
Nay Pyi Taw -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mendukung rencana kerja sama Kementerian Informasi Myanmar serta Myanmar Radio and Television (MRTV) dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI terkait pertukaran program siaran. Pertukaran ini dinilai strategis dan berdampak baik untuk memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat di kedua negara.
Dukungan ini disampaikan delegasi KPI Pusat saat bertemu Menteri Informasi Myanmar, U Htein Lin, di Kantor Kementerian Informasi Myanmar di Nay Pyi Taw, Myanmar, Rabu (23/9/2026). Delegasi KPI Pusat diwakili Komisioner KPI Pusat, Amin Shabana, Aliyah, dan Tulus Santoso. Turut mendampingi Sekretaris KPI Pusat, Rhina Anita dan perwakilan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Yagon.
“Kami siap membantu menghubungkan MRTV dengan TVRI dan RRI karena kerja sama sangat strategis terutama dalam hal mengenalkan dan juga belajar tentang budaya dan kehidupan masyarakat di masing-masing negara.” kata Amin Shabana, mewakili delegasi KPI Pusat kepada Menteri Informasi Myanmar.
Selain mendukung rencana kerja sama, KPI Pusat menyampaikan siap membuka ruang pertukaran pengalaman lembaganya dengan Myanmar dalam kaitan pelaksanaan pedoman penyiaran serta pengawasan isi siaran. Tukar menukar pengalaman ini sangat penting terlebih di tengah massifnya pertumbuhan platform digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
“Kami juga membuka ruang kerja sama untuk bertukar pengalaman dalam menjalankan regulasi penyiaran khususnya Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) serta pengawasan isi siaran TV dan radio di Indonesia,” tambah Amin Shabana.
Sebelumnya, Menteri Informasi Myanmar menyampaikan harapan agar penjajakan kerja sama MRTV dan TVRI terus dilanjutkan, termasuk kemungkinan penyusunan nota kesepahaman atau MoU. Ia juga menyampaikan pandangan serupa mengenai pertukaran program acara kedua lembaga penyiaran sebagai cara untuk memperkenalkan kehidupan dan budaya kedua negara kepada masyarakat luas.
Dalam kunjungannya ke MRTV, delegasi KPI Pusat dan KBRI Yagon berkesempatan meninjau langsung ruang redaksi, studio televisi dan radio, serta fasilitas satelit pemancar. Saat menerima delegasi dari Indonesia ini, Direktur Jenderal MRTV U Ye Naing, menjelaskan pengembangan siaran digital, layanan melalui situs web dan aplikasi, serta uji coba radio digital MRTV.
Ia juga mengapresiasi hubungan MRTV dengan KBRI Yangon yang selama ini terjalin melalui peliputan kegiatan KBRI dan penayangan program tentang Indonesia.
Bahkan, di pertemuan ini, pihak MRTV menyampaikan harapan negaranya kelak memiliki komisi penyiaran permanen dan menyatakan minat untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam pembentukannya. Saat ini, menurut penjelasan pihak MRTV, Myanmar memiliki Dewan Pers yang bersifat sementara sebelum terpilihnya presiden. **