KPI Dorong Kampus Beri Masukan Konstruktif di RUU Penyiaran

Jakarta -- Dukungan dan keterlibatan secara langsung kalangan kampus dalam rangka meningkatkan kualitas penyiaran nasional dalam RUU Penyiaran sangat penting dan krusial. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pemikiran dan masukan konstruktif terhadap revisi UU tersebut.

 

Pandangan ini disampaikan Komisioner KPI Pusat, Aliyah, saat menerima kunjungan koordinasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, di Kantor KPI Pusat, Rabu (2/9/2026). Kunjungan ini dalam rangka membahas kelanjutan kerja sama (MoU) antara KPI Pusat dan UIN Salatiga.

Ia menyampaikan bahwa saat ini menjadi momen yang tepat bagi kalangan kampus untuk terlibat dalam pembahasan RUU Penyiaran. 

 

“Jika kita bicara penyiaran tidak hanya KPI. Isu yang saat ini sangat krusial yakni RUU Penyiaran. Maka menjadi penting UIN dan juga mahasiwa terlibat untuk berpartisipasi untuk sumbang pemikiran dan masukan untuk RUU ini. Undang-undang ini harus di upgrade karena ada media baru. Kami berharap UIN ikut kasih masukan dan memberikan support karena sebagai bagian dari partisipasi publik,” jelas Koordinator bidang Kelembagaan KPI Pusat ini. 

 

Dalam kesempatan ini, Aliyah mengatakan kerja sama ini (MoU KPI dan UIN) dapat bermanfaat untuk keduabelah pihak. “Kampus (mahasiswa) bisa menjadi duta-duta penyiaran. Pelibatan kalangan akademi diperlukan agar masyarakat dan generasi muda tahu tentang penyiaran dan juga KPI,” ujar Aliyah di awal pertemuan tersebut. 

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Prof. Adang Kuswaya, mengatakan kerja sama dengan KPI yang sudah dilakukan sejak 2017 merupakan kesempatan berharga dan bermanfaat bagi UIN Salatiga. 

 

“Di fakultas ini, kami ada 2700 mahasiswa. Ada tiga prodi yang satunya Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Ke depan kami berharap kerja sama ini dapat lebih di-explore lagi,” katanya.

Melalui kerja sama ini, lanjut Adang, pihaknya bisa menjadi perwakilan KPI mendistribusikan informasi terkait penyiaran kepada masyarakat. 

 

“Pesan apa yang bisa kami sampaikan ke masyarakat. Bagaimana pesan dari KPI soal ini, kami juga mengukurnya dan ini untuk mencapai nilai unggul. Tidak hanya nama yang dikenal, tapi juga dampak yang disampaikan. Pesan mahasiwa kepada masyarakat dari yang tidak tahu menjadi tahu,” tambah Rr. Wuri Arenggoasih, Dosen Fakultas Dakwah UIN Salatiga, yang ikut dalam kunjungan tersebut. 

 

Dosen Fakultas Dakwah UIN Salatiga lainnya, Rovi’in, berharap kerja sama ini dapat mengkolaborasikan beberapa program di kampusnya. “Kami berharap ada program dari KPI yang bisa kami akses seperti kegiatan ilmiah atau pengabdian masyarakat seperti literasi digital dan lainnya,” tuturnya. 

 

Di akhir pertemuan, Aliyah menegaskan, pihaknya sangat mendukung dilanjutkan kerja sama dengan UIN Salatiga. “Kami apresiasi hal ini. Nanti kita siapkan MoU-nya dan dalam waktu dekat MoU ini akan kita lakukan. Kita berharap dari MoU ini berdampak lebih baik lagi,” katanya yang diamini Komisioner KPI Pusat, Fuji Samantha dan Sekretaris KPI Pusat, Rhina Anita. ***/Foto: Fatih