Dorong Radio Menjadi Lebih Adaptif dan Berkualitas, KPI Siapkan Pengembangan “Radio Academy”

Yogyakarta -- Penyempurnaan terhadap program “Radio Academy” terus dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melalui evaluasi kurikulum dalam upaya meningkatkan kualitas pelatihan bagi insan penyiaran radio di Indonesia. Selain itu, evaluasi ini dilakukan agar materi pembelajaran yang diberikan semakin relevan dengan perkembangan industri penyiaran dan tantangan transformasi digital.

 

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan yang juga penanggung jawab kegiatan “Radio Academy”, I Made Sunarsa mengatakan, evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan program “Radio Academy” terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan lembaga penyiaran radio di seluruh Indonesia.

 

"Maka dari evaluasi kurikulum ini kita akan melihat mana yang harus dievaluasi, mana yang perlu ditambahkan. Semua itu akan kita ramu bersama. Apa saja yang perlu dipadukan sehingga ke depan Radio Academy menjadi lebih baik dan semakin berkembang," ujar I Made Sunarsa saat memberikan sambutan pada acara FGD Evaluasi Pelaksanaan Program Radio Academy di Aula Dinas Komunkasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, “Radio Academy” merupakan salah satu program strategis KPI untuk memperkuat peran lembaga penyiaran radio sebagai sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden melalui penguatan kualitas penyiaran hingga menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia.

 

I Made Sunarsa mengatakan, melalui Radio Academy, pihaknya ingin mendorong lembaga penyiaran radio untuk terus meningkatkan kualitas isi siaran dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, edukatif, dan bermutu. Di saat yang sama, radio juga didorong agar mampu memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi media masyarakat sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

 

"Radio harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Karena itu kami mendorong lembaga penyiaran radio untuk terus bertransformasi secara digital, memanfaatkan teknologi yang ada, serta mengembangkan strategi monetisasi agar tetap berkelanjutan tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai media informasi publik," kata I Made Sunarsa.

“Radio Academy” juga difokuskan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) penyiaran. Sejak pertama kali dilaksanakan, Radio Academy telah diselenggarakan di delapan kota di Indonesia dengan melibatkan sekitar 250 hingga 300 insan penyiaran radio sebagai peserta. Program tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas sekaligus ruang berbagi pengalaman antarpelaku industri radio dalam menghadapi berbagai tantangan penyiaran di era digital.

 

Tidak hanya meningkatkan kualitas SDM penyiaran, KPI juga mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan radio sebagai media utama dalam memperoleh informasi yang akurat sekaligus sebagai sarana klarifikasi terhadap maraknya disinformasi.

 

Sebagai bentuk nyata komitmen itu, selama penyelenggaraan program “Radio Academy”, KPI telah membagikan lebih dari 300 unit radio kepada masyarakat. Pembagian radio dilakukan di berbagai lokasi, termasuk pasar-pasar tradisional, agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi yang kredibel melalui siaran radio. Syahrullah