APRA 2025: KPI Dorong Siaran Menginspirasi Sekaligus Melindungi Anak Bangsa
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 1726

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menggelar Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) 2025 dengan mengusung tema “Siaran Tangguh, Anak Tangguh: Melindungi dan Menginspirasi Generasi Penerus Bangsa”. Acara penganugerahan ini disiarkan langsung oleh LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI, Jumat (08/08/2025) siang.
Dalam sambutannya, Ketua KPI Pusat, Ubaidillah menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPI untuk menciptakan ekosistem siaran yang sehat, edukatif, dan inspiratif bagi anak-anak Indonesia. Menyambut era Indonesia Emas 2045, KPI menilai pentingnya siaran berkualitas sebagai nutrisi informasi bagi tumbuh kembang anak.
“Jika fondasi gizi anak sudah dikuatkan melalui program nasional seperti makan bergizi gratis, maka tugas KPI adalah memperkuat kognisi melalui siaran yang layak dan ramah anak,” ungkapnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi yang turut hadir dalam gelaran ini menguatkan apa yang disampaikan Ubaidillah.
"Berdasarkan survei penggunaan gadget (pada anak) sangat luar biasa. Maka acara TV dan radio menjadi solusi agar anak tidak mager, tidak malas bergerak, dan tidak hanya fokus pada gadget. Dengan adanya tayangan khusus anak ini menjadi solusi untuk menjaga dan melindungi anak Indonesia," kata Menteri Arifah Fauzi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya KPI sejalan dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen melindungi anak bangsa.
"Jadi sebenarnya yang dilakukan KPI sejalan dan sama-sama punya komitmen untuk melindungi anak Indonesia. Ini adalah wujud kolaborasi sebagaimana diamanatkan Presiden kita, bahwa tidak bisa sendiri — semua harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi," lanjut Arifah Fauzi.
APRA 2025 juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap program siaran yang dinilai berkualitas, bebas sanksi, dan layak dijadikan wadah promosi bagi para pengiklan. KPI juga mengajak seluruh lembaga penyiaran untuk terus berinovasi dalam menghasilkan konten siaran yang tidak hanya menghibur, namun juga mendidik dan melindungi anak.
Selain dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, penganugerahan untuk siaran ramah anak ini juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi I, jajaran KPI Pusat, direksi lembaga penyiaran, serta para dewan juri dan tamu undangan dari berbagai institusi.
Di akhir sambutannya, Ketua KPI Pusat menyampaikan ucapan selamat kepada para nomine dan pemenang, serta menegaskan bahwa keberhasilan mencetak generasi tangguh memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia penyiaran. Anggita Rend/Foto: Agung R
Saksikan Siaran APRA 2025 di TVRI dan Youtube Media Center KPI Pusat
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 3272

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggelar Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) 2025. Tema APRA tahun ini, “Siaran Tangguh, Anak Tangguh: Melindungi dan Menginspirasi Generasi Penerus Bangsa”. Para pemenang anugerah akan diumumkan di acara puncak APRA yang akan disiarkan secara langsung oleh LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI dan youtube media center KPI Pusat pada Jumat (8/8/2025) mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam APRA 2025, terdapat 15 (lima belas) kategori penghargaan yang akan diberikan, yaitu:
1. Program Animasi Indonesia
2. Program Animasi Asing
3. Program Feature/Dokumenter
4. Program Variety/Reality Show Anak
5. Program Keluarga Indonesia
6. Program Pendidikan Anak
7. Program Anak Inspiratif
8. Program Dongeng Radio
9. Program Anak Radio
10. Penghargaan Radio terbaik APRA 2025
11. Penghargaan Radio Peduli Anak
12. Penghargaan LPPL Peduli Anak
13. Penghargaan Televisi Ramah Anak 2025
14. Penghargaan Televisi Peduli Pendidikan Anak Indonesia
15. Program Anak Terfavorit. **
Radio Jangan Hanya Minta Didengar Tapi Juga Mendengarkan Harapan Pendengarnya
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 1679

Denpasar -- Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso mengapresiasi radio-radio yang masih peduli pada upaya pelestarian budaya. Apresiasi itu disampaikanya dalam sebuah talkshow di salah satu radio swasta (AR Radio) di Denpasar, Bali.
Menurutnya, budaya itu harus terus dideseminasikan dan diaplikasikan dalam praktik kehidupan sehari-sehari.
"Saya mengapresiasi radio di Bali khususnya radio AR yang ikut berpartisipasi dalam menjaga budaya daerah melalui program-programnya, terutama dengan memfasilitasi siaran berbahasa daerah dan lagu-lagu daerah," ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Tulus, yang juga Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, menyampaikan mengenai pentingnya menjaga relevansi program dan tetap membangun ikatan yang kuat dengan pendengarnya.
"Radio itu salah satu media yang mampu membuat orang berimajinasi. Semakin relevan dan semakin dekat program yang dibuat dengan pendengarnya, maka akan memberikan dampak positif dan membuat pecintanya tetap setia. Sehingga radio juga perlu memperhatikan dan mendengarkan harapan pendengarnya," katanya.
Di Bali sendiri jumlah radio mencapai lebih dari 60 radio dan masih memiliki pendengar yang cukup banyak. Komunitas-komunitas pendengarnya pun masih eksis dan membawa optimisme di tengah banyaknya radio di daerah lain yang semakin sulit bertahan hidup. *

KPI Dorong Masyarakat Lebih Aktif Kawal Siaran yang Edukatif dan Inspiratif
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 1599

Bogor -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus mengupayakan penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendorong kualitas siaran televisi dan radio agar edukatif, informatif, serta inspiratif. Hal ini dilakukan KPI dalam berbagai program kegiatannya yang melibatkan masyarakat seperti Dialog Partisipasi Masyarakat.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, mengatakan pihaknya mengorientasikan berbagai program kegiatan dengan mengajak masyarakat untuk menjadi bagian aktif dalam pengawasan siaran. Menurutnya, upaya ini menjadi relevan dengan kondisi saat ini dimana arus informasi sudah merambah ruang-ruang privat masyarakat.
"Informasi sekarang tidak hanya hadir di ruang keluarga, tetapi sudah masuk ke ruang tidur hingga toilet. Maka, masyarakat perlu memiliki daya kritis dan kemampuan literasi media yang kuat agar tidak mudah terpapar informasi yang menyesatkan," ujar Ubaidillah dalam sambutannya membuka acara Dialog Partisipasi Masyarakat dengan tema “Sinergi Pengawasan Pertisipatif untuk Siaran Berkualitas” di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025) kemarin.

Ia menambahkan, literasi media adalah salah satu bentuk kontrol diri dalam menghadapi derasnya arus informasi dari berbagai platform, tidak hanya dari televisi dan radio, tetapi juga media digital.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyatakan pentingnya dukungan negara terhadap konten-konten siaran yang berkualitas dan kreator lokal. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan penyiaran harus bekerja sama untuk menghasilkan program yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memperkuat budaya bangsa.
"KPI harus adaptif dan berbasis data dalam menjangkau penyiaran lintas platform. KPI agar lebih menjalankan fungsi penyiaran Indonesia yang dapat mempererat persatuan dan menjadi cermin demokrasi," pinta Anton.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk KPI, aktivis sosial, pegiat literasi, tokoh pemuda, jurnalis, serta masyarakat luas untuk bersinergi dalam mengawal penyiaran yang sehat dan bermartabat. "Siaran yang berkualitas tidak lahir dari pembatasan semata, tapi dari komitmen bersama untuk mendidik dan memberdayakan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat bidang Pengawasan Isi Siaran, Aliyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut, menyampaikan jika peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam memberikan kritik yang konstruktif terhadap isi siaran.
"Adik-adik semua juga adalah bagian dari pengawas siaran. Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara KPI dan masyarakat, agar kita bisa membangun ruang siaran yang aman bagi anak-anak, perempuan, dan seluruh generasi di Indonesia," kata Aliyah.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta kegiatan yang hadir, serta menegaskan kembali pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadirkan siaran berkualitas di tengah dominasi media digital saat ini. Syahrullah

KPI Pusat Apresiasi KPID Bali dalam Mengawal Keberlanjutan Lingkungan di Daerah
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 1601
Denpasar -- Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Tulus Santoso berkunjung ke KPID Bali untuk mendengar dan melihat langsung bagaimana KPID Bali berkiprah dalam isu pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
"Saya sengaja kesini untuk mendengar langsung bagaimana KPID bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program daerah, khususnya dalam konteks Bali soal pengelolaan sampah," ujar Tulus, Jumat (1/08/2025).
Menurut Tulus, apa yang dilakukan KPID Bali sangat menarik karena dapat menjadikan penyiaran sebagai medium dalam mendeseminasikan isu-isu lingkungan, seperti mengenai persoalan sampah.
"Ini merupakan kolaborasi yang apik antara pemerintah daerah dengan KPID. Jadi tidak melulu soal sanksi tapi juga bagaimana isu-isu lingkungan, program daerah dapat dikolaborasikan dengan lembaga penyiaran," tegasnya.
Meskipun begitu, Tulus yang juga Koordinator Bidang Pengawasa Isi Siaran KPI Pusat berpesan kepada lembaga penyiaran untuk ikut menyukseskan program-program positif yang ada di daerah.
"KPID Bali juga harus memastikan dan berkomunikasi dengan lembaga penyiaran agar pro pada isu-isu keberlanjutan lingkungan," tutupnya. *



