Pemenang Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2025
- Details
- Written by RG
- Hits: 4520

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggelar Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) 2025. Tema APRA tahun ini, “Siaran Tangguh, Anak Tangguh: Melindungi dan Menginspirasi Generasi Penerus Bangsa”. Para pemenang anugerah diumumkan dalam acara puncak APRA yang disiarkan secara langsung oleh LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI dan youtube media center KPI Pusat pada Jumat (8/8/2025).
Dalam APRA 2025, terdapat 15 (lima belas) kategori penghargaan yang akan diberikan. Adapun para pemenang gelaran APRA 2025 sebagai berikut:
1. Program Animasi Indonesia oleh Mentari TV dengan judul program Wakakibo Komodo
2. Program Animasi Asing oleh Mentari TV dengan program Bluey Session
3. Program Feature/ Dokumenter Nusantara TV dengan program Abraham
4. Program Variety/Reality Show Anak oleh Trans 7 program Arisan Liburan episode farmer
5. Program Keluarga Indonesia oleh TVRI program Buah hatiku sayang: Belajar budi pekerti melalui dongeng klasik
6. Program Pendidikan Anak oleh GTV program Dunia Hand Made Siput
7. Program Anak Inspiratif oleh Trans 7 program si Bolang episode cerita bocah pendamping Timnas
8. Program Anak Radio oleh RRI Bukit Tinggi - Anak cerdas edisi TK Restu Ibu
9. Program Dongeng Radio oleh Radio Sonora Jakarta program DoRa (Dongeng Sonora)
10. Program Anak Terfavorit 2025 oleh TVRI dengan program Mari Menggambar
Selain itu, KPI juga memberikan enam penghargaan terhadap lembaga penyiaran dengan kategori sebagai berikut:
1. Radio Terbaik APRA 2025: RRI
2. Radio Peduli Anak Indonesia: RRI Denpasar
3. Lembaga Penyiaran Publik Lokal Peduli Anak: Radio Suara Lumajang
4. Televisi Ramah Anak 2025: TVRI
5. Televisi Peduli Pendidikan Anak Indonesia: TVRI. **/Foto: Agung R

Saksikan Siaran APRA 2025 di TVRI dan Youtube Media Center KPI Pusat
- Details
- Written by RG
- Hits: 3254

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggelar Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) 2025. Tema APRA tahun ini, “Siaran Tangguh, Anak Tangguh: Melindungi dan Menginspirasi Generasi Penerus Bangsa”. Para pemenang anugerah akan diumumkan di acara puncak APRA yang akan disiarkan secara langsung oleh LPP (Lembaga Penyiaran Publik) TVRI dan youtube media center KPI Pusat pada Jumat (8/8/2025) mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam APRA 2025, terdapat 15 (lima belas) kategori penghargaan yang akan diberikan, yaitu:
1. Program Animasi Indonesia
2. Program Animasi Asing
3. Program Feature/Dokumenter
4. Program Variety/Reality Show Anak
5. Program Keluarga Indonesia
6. Program Pendidikan Anak
7. Program Anak Inspiratif
8. Program Dongeng Radio
9. Program Anak Radio
10. Penghargaan Radio terbaik APRA 2025
11. Penghargaan Radio Peduli Anak
12. Penghargaan LPPL Peduli Anak
13. Penghargaan Televisi Ramah Anak 2025
14. Penghargaan Televisi Peduli Pendidikan Anak Indonesia
15. Program Anak Terfavorit. **
KPI Dorong Masyarakat Lebih Aktif Kawal Siaran yang Edukatif dan Inspiratif
- Details
- Written by RG
- Hits: 1584

Bogor -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus mengupayakan penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendorong kualitas siaran televisi dan radio agar edukatif, informatif, serta inspiratif. Hal ini dilakukan KPI dalam berbagai program kegiatannya yang melibatkan masyarakat seperti Dialog Partisipasi Masyarakat.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, mengatakan pihaknya mengorientasikan berbagai program kegiatan dengan mengajak masyarakat untuk menjadi bagian aktif dalam pengawasan siaran. Menurutnya, upaya ini menjadi relevan dengan kondisi saat ini dimana arus informasi sudah merambah ruang-ruang privat masyarakat.
"Informasi sekarang tidak hanya hadir di ruang keluarga, tetapi sudah masuk ke ruang tidur hingga toilet. Maka, masyarakat perlu memiliki daya kritis dan kemampuan literasi media yang kuat agar tidak mudah terpapar informasi yang menyesatkan," ujar Ubaidillah dalam sambutannya membuka acara Dialog Partisipasi Masyarakat dengan tema “Sinergi Pengawasan Pertisipatif untuk Siaran Berkualitas” di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025) kemarin.

Ia menambahkan, literasi media adalah salah satu bentuk kontrol diri dalam menghadapi derasnya arus informasi dari berbagai platform, tidak hanya dari televisi dan radio, tetapi juga media digital.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyatakan pentingnya dukungan negara terhadap konten-konten siaran yang berkualitas dan kreator lokal. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan penyiaran harus bekerja sama untuk menghasilkan program yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memperkuat budaya bangsa.
"KPI harus adaptif dan berbasis data dalam menjangkau penyiaran lintas platform. KPI agar lebih menjalankan fungsi penyiaran Indonesia yang dapat mempererat persatuan dan menjadi cermin demokrasi," pinta Anton.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk KPI, aktivis sosial, pegiat literasi, tokoh pemuda, jurnalis, serta masyarakat luas untuk bersinergi dalam mengawal penyiaran yang sehat dan bermartabat. "Siaran yang berkualitas tidak lahir dari pembatasan semata, tapi dari komitmen bersama untuk mendidik dan memberdayakan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat bidang Pengawasan Isi Siaran, Aliyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut, menyampaikan jika peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam memberikan kritik yang konstruktif terhadap isi siaran.
"Adik-adik semua juga adalah bagian dari pengawas siaran. Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara KPI dan masyarakat, agar kita bisa membangun ruang siaran yang aman bagi anak-anak, perempuan, dan seluruh generasi di Indonesia," kata Aliyah.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta kegiatan yang hadir, serta menegaskan kembali pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadirkan siaran berkualitas di tengah dominasi media digital saat ini. Syahrullah

Radio Jangan Hanya Minta Didengar Tapi Juga Mendengarkan Harapan Pendengarnya
- Details
- Written by RG
- Hits: 1665

Denpasar -- Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso mengapresiasi radio-radio yang masih peduli pada upaya pelestarian budaya. Apresiasi itu disampaikanya dalam sebuah talkshow di salah satu radio swasta (AR Radio) di Denpasar, Bali.
Menurutnya, budaya itu harus terus dideseminasikan dan diaplikasikan dalam praktik kehidupan sehari-sehari.
"Saya mengapresiasi radio di Bali khususnya radio AR yang ikut berpartisipasi dalam menjaga budaya daerah melalui program-programnya, terutama dengan memfasilitasi siaran berbahasa daerah dan lagu-lagu daerah," ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Tulus, yang juga Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, menyampaikan mengenai pentingnya menjaga relevansi program dan tetap membangun ikatan yang kuat dengan pendengarnya.
"Radio itu salah satu media yang mampu membuat orang berimajinasi. Semakin relevan dan semakin dekat program yang dibuat dengan pendengarnya, maka akan memberikan dampak positif dan membuat pecintanya tetap setia. Sehingga radio juga perlu memperhatikan dan mendengarkan harapan pendengarnya," katanya.
Di Bali sendiri jumlah radio mencapai lebih dari 60 radio dan masih memiliki pendengar yang cukup banyak. Komunitas-komunitas pendengarnya pun masih eksis dan membawa optimisme di tengah banyaknya radio di daerah lain yang semakin sulit bertahan hidup. *


