Ketua KPI Pusat: APB 2026 Bentuk Kepedulian KPID Terhadap Keberlangsungan Industri Penyiaran Lokal
Denpasar -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengapresiasi konsistensi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali dalam menyelenggarakan Anugerah Penyiaran Bali (APB) setiap tahun. Ajang ini dinilai menjadi bukti bahwa fungsi lembaga pengawas penyiaran tidak hanya sebatas memberikan teguran dan sanksi, tetapi juga memberikan penghargaan kepada televisi dan radio yang menghadirkan siaran berkualitas bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, dalam sambutannya di acara Anugerah Penyiaran Bali 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (3/11/2026).
Ia menyatakan, penyelenggaraan Anugerah Penyiaran Bali merupakan bentuk kepedulian KPID terhadap keberlangsungan industri penyiaran, sekaligus dorongan bagi lembaga penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas program. “Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi lembaga untuk terus menghasilkan karya terbaik, meningkatkan kualitas program, serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Hasrul.
Selain itu, kata Hasrul, daerah Bali memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya yang luar biasa, mulai dari adat istiadat, bahasa, seni, hingga tradisi dan kearifan lokal. Menurutnya, kekayaan ini bukan hanya menjadi identitas masyarakat Bali, tetapi juga bagian dari kekayaan bangsa Indonesia yang harus kita jaga bersama.
“Oleh karenanya, televisi dan radio memiliki peran penting dalam merawat kebudayaan, memperkuat identitas masyarakat, serta menghadirkan informasi dan hiburan yang sesuai dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, saat memberi sambutan di Anugerah Penyiaran Bali 2026, Selasa (3/11/2026).
Dalam kesempatan ini, Hasrul menyampaikan tantangan besar yang dihadapi industri penyiaran saat ini. Perubahan pola konsumsi media dan persaingan dengan platform digital menuntut lembaga penyiaran untuk terus beradaptasi dan menjaga keberlangsungan usahanya. Kendati demikian, tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi prioritas.
“Lembaga penyiaran tidak cukup hanya mengejar popularitas dan jumlah penonton, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi yang benar, pendidikan yang bermanfaat, dan hiburan yang sehat. Dengan demikian, industri penyiaran dapat terus berkembang dan berdaya saing, tanpa meninggalkan tanggung jawabnya dalam menghadirkan siaran yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutanya, Hasrul berharap KPID Bali terus menjadi garda terdepan dalam mengawal kualitas penyiaran di daerah. “Saya yakin dan percaya, melalui sinergi dan kolaborasi antara KPI Pusat, KPID Bali, pemerintah daerah, lembaga penyiaran, serta seluruh elemen masyarakat, kita dapat menghadirkan siaran program yang berkualitas, mencerminkan kekayaan budaya Bali, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus dalam menjaga kebudayaan, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah,” tandasnya. ***