- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 18

Palangkaraya -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya guna menjajaki peluang kerja sama di bidang penyiaran, literasi media, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.
Rombongan KPID Kalimantan Tengah dipimpin Ketua KPID, Sesa Mareki, didampingi Novianto Eko Wibowo, selaku Koordinator Bidang Kelembagaan, Bachtiar Ali, selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, serta Ahmad Rusdiyannor, selaku Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Penyiaran. Kehadiran jajaran KPID disambut langsung oleh Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Ahmad Dakhoir, bersama sejumlah pimpinan universitas di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Dakhoir menyampaikan apresiasi atas kunjungan KPID Kalimantan Tengah dan menegaskan pentingnya peran lembaga penyiaran dalam membangun karakter serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, kualitas siaran yang diterima masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku publik.
“Kalau yang disiarkan adalah hal-hal yang baik, tentu dampaknya juga akan baik bagi masyarakat. Namun apabila yang disiarkan tidak bermanfaat, maka tugas guru dan dosen untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kepada generasi muda akan semakin berat,” ujar Rektor.
Ia berharap sinergi antara UIN Palangka Raya dan KPID dapat menghadirkan berbagai program yang mendukung penguatan literasi media dan penyiaran yang sehat di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Sementara itu, Ketua KPID Kalimantan Tengah, Sesa Mareki, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama KPID adalah mewujudkan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkualitas di Bumi Tambun Bungai.
“Kami ingin menghadirkan penyiaran yang sehat di Kalimantan Tengah. KPID siap mengakomodasi berbagai upaya yang dapat mendukung terciptanya siaran yang edukatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa KPID memiliki peran sebagai filter dalam memastikan konten siaran yang dikonsumsi masyarakat sesuai dengan regulasi dan nilai-nilai yang berlaku.
“KPID pada dasarnya menjadi filter agar konten yang sampai kepada masyarakat merupakan konten yang layak dan berkualitas. Karena itu, edukasi mengenai penyiaran juga menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, KPID berencana melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada mahasiswa UIN Palangka Raya mengenai dunia penyiaran, literasi media, serta pengawasan isi siaran.
Selain itu, KPID juga berinisiatif membentuk komunitas pecinta siaran di kalangan mahasiswa sebagai wadah pembelajaran, diskusi, dan pengembangan minat di bidang penyiaran.
Menanggapi rencana tersebut, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palangka Raya, Zainap Hartati, menyambut positif peluang kolaborasi yang ditawarkan KPID.
Menurutnya, pihak fakultas memiliki komitmen untuk melibatkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas penyiaran dan pengembangan media komunikasi.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan KPID. Saat ini berbagai program dan kegiatan terkait penyiaran telah kami godok bersama tim. Insya Allah program-program tersebut dapat disinergikan dengan KPID, terutama dalam hal arahan, pendampingan, dan penguatan kapasitas mahasiswa,” ungkapnya.
Dr. Zainap berharap kerja sama yang terjalin nantinya dapat memberikan pengalaman dan manfaat bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya penyiaran yang bertanggung jawab dan berkualitas. Red dari berbagai sumber





