Populer
Perkuat Pemahaman Aturan Penyiaran, KPI Gelar Bimtek P3SPS di BTV 19 Des 2024 - RG
Penyiaran di Tengah Krisis: Peran Strategis dalam Situasi Bencana24 Des 2024 - Super User
20 Tahun Tsunami Aceh, Ketua KPI Pusat Ajak Televisi dan Radio Masifkan Edukasi Kebencanaan26 Des 2024 - Super User
KPI Pusat Terima Kunjungan DPRD dan KPID Jawa Barat10 Jan 2025 - RG
VIDEO
Pojok Aduan
Muhammad Alfajri | Kenapa ustad danu dapat melakukan berbagai diagnosa penyakit? Apakah beliau sudah memiliki sertifikasi atau pendidikan yang mencukupi untuk bisa melakukan diagnosa penyakit terhadap orang lain? Karena saya melihat dia mendiagnosa orang lain dengan skifzorenia dll. Bukannya self-diagnosis yang dilakukan oleh orang yang bukan profesional dibidangnya dapat berbahaya? Karena dapat menyebabkan orang mendapatkan "treatment" yang salah/kurang terhadap "penyakit" yang mungkin sebenarnya dia hadapi. Selain itu, orang-orang juga jadi lebih memilih pergi ke ustad danu daripada ke dokter yg mungkin sudah ahlinya dan hal ini dapat berbahaya seperti yang saya katakan sebelumnya. Saya tau kalau ustad danu kadang bertanya kepada "pasien"nya mengenai diagnosis dokter terhadap penyakit "pasien"nya ini, namun setelah itu dia menghubungkannya dengan berbagai hal yang tidak ada hubungannya dengan penyakit tersebut seperti berkata kasar, melawan orang tua, orang pintar, ilmu, dll (hal ini memang tidak boleh dilakukan, tapi hal-hal tersebut menurut saya tidak ada hubungannya dengan penyakit) dan dari yg selama ini tonton, ustad danu juga tidak memberi saran untuk meneruskan konsultasi ke dokter dan minum obat yg diberikan dokter bagi orang-orang yg menderita penyakit kronis (radang sendi contohnya). Sekian dari saya, mohon maaf jika poin aduan saya kurang dimengerti dan jika penggunaan bahasa saya kurang efektif. Terimakasih |
Pojok Apresiasi
Rienddy Fajarkusuma | Mohon kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk menghentikan tayangan Garis Tangan & Karma karena adanya tayangan tersebut tidak mendidik untuk semua kalangan.. Semenjak ada tayangan tersebut membuat orang tua terutama ibu lebih berpikiran negatif ke semua orang dan ke saya, lebih sering berkata kotor ke saya, lebih percaya hal2 diluar nalar daripada Agama.. Untuk saya sendiri psikis sya down karena perilaku orang tua terutama ibu lebih condong ke tayangan2 tersebut.. Saya memohon dengan sangat kepada pihak KPI untuk menghentikan tayangan2 tersebut.. |