Spektrum TV AS Terancam Diambilalih

Sample ImageSetelah ditunggu publik sejak lama, akhirnya hari ini (18/3), Federal Communication Commission (FCC) AS mengumumkan arah (roadmap) dan rincian bagi layanan internet pitalebar dalam National Broadband Plan yang merekomendasikan FCC untuk mengambil kembali sebanyak 120MHz spektrum TV dalam tujuannya membebaskan frekuensi sebesar 500MHz untuk keperluan layanan internet pitalebar nirkabel di masa depan.


Setelah ditunggu publik sejak lama, akhirnya hari ini (18/3) , Federal Communication Commission (FCC) AS mengumumkan arah (roadmap) dan rincian bagi layanan internet pitalebar dalam National Broadband Plan yang merekomendasikan FCC untuk mengambil kembali sebanyak 120MHz spektrum TV dalam tujuannya membebaskan frekuensi sebesar 500MHz untuk keperluan layanan internet pitalebar nirkabel di masa depan.

Laporan yang disampaikan ke Kongres AS terlampir berbagai prediksi bagi kebutuhan bandwidth di masa depan, termasuk orediksi dari Cisco System yang memperkirakan kebutuhan jaringan nirkabel akan mencapai 740PB per bulan pada 2014. Jumlah ini 40 kali lipat dari jumlah transfer data saat ini. Untuk memenuhi target kebutuhan spektrum ini dibutuhkan pengubahan peraturan secara mendasar yang tentunya berdampak pada pengguna frekuensi saat ini termasuk lembaga penyiaran over-the-air.

Laporan ini juga mengidentifikasi bahwa spektrum frekuensi TV merupakan frekuensi yang paling cocok untuk digunakan sebagai penghantar layanan pitalebar bergerak karena karakteristiknya penyebarannya yang sangat baik. Hal ini yang menjadi dasar FCC untuk meluncurkan program pengkajian peraturan baru yang ditujukan untuk mengalokasikan frekuensi TV sebanyak 120MHz untuk digunakan sebagai pitalebar nirkabel.

FCC melakukan hal tersebut dengan beberapa cara di antaranya memperbarui aturan mengenai wilayah layanan/jangkauan siaran  TV dan jarak antar frekuensi serta merevisi tabel alokasi frekuensi untuk menjamin penggunaan kanal sebanyak 6 MHz dengan cara yang paling efisien. Merumuskan kerangka perizinan yang memperbolehkan dua atau lebih stasiun TV untuk saling berbagi dalam menggunakan kanal 6 MHz. Merumuskan aturan lelang spektrum frekuensi yang diambil kembali melalui berbagi penggunaan spektrum secara sukarela. Menjajaki alternatif pengubahan teknik penyiaran serta meningkatkan langkah efisiensi penggunaan spektrum untuk TV.

Menurut laporan tersebut, dengan hanya menyusun ulang alokasi kanal yang dibutuhkan stasiun sebanyak 6 MHz dapat menghemat frekuensi sebanyak 36 MHz. Jika aturan teknis mengenai area layanan dan jarak antara stasiun diubah maka stasiun dapat beroperasi di daerah dan frekuensi yang saat ini dilarang penggunaan frekuensinya karena dikhawatirkan dapat mengakibatkan interferensi atau gangguan. Ketika rumusan alokasi ini selesai disusun ulang, maka jumlah alokasi spektrum yang dihemat dapat bertambah secara jauh lebih besar.

Kerangka perizinan yang baru juga memperbolehkan dua atau lebih stasiun TV untuk menggunakan kanal 6 MHz yang sama. Menurut laporan tersebut, dua stasiun tersebut capat secara bersamaan menyiarkan layanan primer mereka dalam format HD (High Definition) dalam kanal yang sama tanpa mempengaruhi materi siar dan kualitas yang dinikmati penonton.

Namun, laporan ini juga memaparkan resiko yaitu penonton dapat kehilangan daya tangkap over-the-air karena penggunaan kanal secara berbagi ini dapat menyebabkan peningkatan interferensi. Jadi, FCC diharapkan mengambil langkah-langkah untuk menjamin penonton di daerah pedesaan dapat tetap menikmati layanan TV dan tidak secara serius terkena dampak perubahan ini.

Laporan ini juga mengakui bahwa multicasting dan mobile DTV harus menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam laporan ini. Namun, beberapa hal menunjukkan bahwa sampai saat ini, ada sekitar 1400 stasiun multicast yang mengudara dan bahwa model bisnis untuk mobile adalah "tidak pasti." Namun, mobile DTV dapat memainkan peran penting sebagai "jalur evolusi untuk penyiaran tetap/bergerak dan broadcast/konvergensi pitalebar," karena mobile DTV bisa membantu pertumbuhan  bisnis streaming perangkat bergerak dan lalu lintas point-to-point jaringan pitalebar.

Rencana ini juga meminta kongres memberikan kewenangan kepada FCC untuk melaksanakan "Insentif lelang" yaitu sistem lelang di mana stasiun TV yang melepaskan spektrum menerima bagian dari hasil lelang.
 
Jika langkah ini gagal untuk membebaskan spektrum frekuensi yang cukup, maka laporan ini merekomendasikan FCC untuk mengambil langkah strategis alternatif sebagai cadangan. Dalam hal ini, FCC diminta melakukan pendekatan baru diantaranya transisi ke sistem transmisi terdistribusi tunggal, pelelangan "overlay lisensi" dengan memperhatikan hak-hak sekunder siaran TV dan memperluas penggunaan frekuensi secara berbagi (frekuensi sharing).

Laporan ini juga membuat beberapa rekomendasi lainnya. Dengan otorisasi Kongres, FCC harus mempertimbangkan penggunaan daya komersial penuh lembaga penyiaran dari spektrum yang mereka gunakan. Sebagai tambahan, FCC direkomendasikan untuk menetapkan batas waktu akhir tahun 2015 atau setelah selesainya realokasi kanal siaran TV untuk menyelesaikan transisi lembaga penyiaran TV ke digital. Laporan juga mengatakan penyelesaian masalah kualitas penerimaan DTV VHF adalah penting serta menyarankan FCC untuk mendirikan dana perwalian untuk membuat media publik. Red/SH dari broadcastengineering.com