Spanyol Akhiri Layanan Terestrial Mobile TV
Sample ImageMenurut direktur telekomunikasi dari Kementerian Industri Spanyol, Bernardo Lorenzo, layanan terestrial mobile TV di Spanyol akan diakhiri, kecuali jika permintaan akan digital terestrial mobile TV meningkat. Jika tidak, pemerintah Spanyol akan mengalihkan frekuensi mobile DTV ke layanan yang lain.

 

Menurut direktur telekomunikasi dari Kementerian Industri Spanyol, Bernardo Lorenzo, terestrial mobile TV di Spanyol akan diakhiri, kecuali jika permintaan akan digital terestrial mobile TV meningkat. Jika tidak, pemerintah Spanyol akan mengalihkan frekuensi mobile DTV ke layanan yang lain.

Kemungkinan untuk mempertahankan layanan mobile TV ini tidak terlihat baik, dikarenakan terestrial mobile TV (DTT) di Eropa menggunakan desain standar Digital Video Broadcasting - Handheld (DVB-H) yang bermasalah. Uni Eropa menetapkan DVB-H menjadi standar terestrial mobile TV di tahun 2008, tetapi hasilnya banyak negara yang telah meluncurkan standar ini merasa tidak puas. Dari berita yang dilansir dari broadbandtvnews.com, Lorenzo mengatakan bahwa standar tersebut kurang memiliki model bisnis yang tepat, dan bahkan dia mengatakan kalau keputusan untuk memberlakukan standar ini di Eropa merupakan suatu kegagalan.    

Kegagalan banyak terjadi di Eropa, seperti di Swiss, Swisscomm Mobile mengakhiri layanan DVB-H mobile TV tidak lama sebelum Spanyol memutuskan untuk mengakhirinya. Mungkin yang paling menonjol adalah Jerman, di tahun 2008, Jerman membatalkan peluncuran layanan DVB-H mobile TV, begitu juga dengan Perancis yang menunda peluncurannya di tahun 2009.

Para pengamat telekomunikasi di Eropa melihat beberapa faktor yang disabotase pemerintah dalam mengimplementasikan standar DVB-H untuk layanan mobile TV, seperti standar DVB-H dipilih sebelum adanya perusahaan manufaktur yang menawarkan kesediaan untuk mengimplementasikannya dan kurang adanya model bisnis yang teruji dan tepat. Dalam kasus Swiss, regulator memberikan lisensi kepada operator mobile terbesar di negaranya, yaitu Swisscomm, dimana tidak memiliki insentif untuk menciptakan iklim kompetisi dengan menyewakan spektrum atau memasarkan layanan secara agresif kepada basis pelanggan yang ada.Red/AN dari Broadcastengineering.com