Radio Komunitas di Lombok Utara Terancam Gulung Tikar

Sample ImageLima dari sembilan radio komunitas yang ada di Kabupaten Lombok Utara gulung tikar alias bangkrut. Masalahnya klasik, minimnya dukungan dari pemerintah. Sementara, yang namanya radio komunitas ini tidak boleh menyiarkan iklan komersial.


Lima dari sembilan radio komunitas yang ada di Kabupaten Lombok Utara gulung tikar alias bangkrut. Masalahnya klasik, minimnya dukungan dari pemerintah. Sementara, yang namanya radio komunitas ini tidak boleh menyiarkan iklan komersial.

Tadinya di setiap kecamatan terdapat satu atau dua radio komunitas. Karena kurangnya perhatian pemerintah, satu persatu tutup. Hingga kini, radio komunitas yang tersisa hanya ada di empat kecamatan, yakni Rakom Pesona FM Pemenang, Rakom Gita Swara FM Tanjung, Rakom Pantura FM Tanjung dan Rakom Primadona FM Bayan.

Padahal untuk saat ini, peran radio komunitas ini sangatlah besar untuk daerah pemekaran seperti Lombok Utara. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Lombok Utara adalah masyarakat pedalaman dan belum menikmati jaringan listrik. Dengan kondisi ini, peran radio komunitas sangatlah besar. Hanya saja, kata S Pribadi, salah seorang pengelola radio komunitas, perhatian pemerintah terhadap keberadaan radio komunitas ini sangat kurang.

“Sebagian besar bangkrut karena minimnya biaya operasional,” ungkap salah satu penyiar Radio Gitaswara Tanjung ini. Kalaupun sampai saat ini empat radio komunitas masih bertahan, itu karena adanya ikatan sosial dengan masyarakat. Untuk biaya operasional, tak jarang mereka harus merogoh dana sendiri.

Hal  yang sama juga diungkapkan Ketua Radio Komunitas Lombok Barat Aludi AR atau yang akrab disapa Algas. Menurutnya, regulasi penyiaran yang ada saat ini memang sama sekali tidak memberikan peluang bagi radio komunitas untuk berkembang. Karena dalam regulasi tersebut, radio komunitas dilarang menyiarkan iklan bisnis.  Yang diperbolehkan hanya iklan layanan masyarakat ini  sangat jarang diberikan kepada kalangan radio komunitas.

Melihat pentingnya peran radio komunitas ini, kata Algas, Pemda KLU harus proaktif memberikan dukungan.”Tanpa dukungan pemerintah, radio komunitas di Lombok Utara ini bakal gulung tikar semua,”tandasnya. Red/RG dari Lombok Post