Krisis Hak Siar Melanda Serie A

Sample ImageKrisis kembali menerjang persepak bolaan Italia. Itu tidak lepas dari perselisihan soal hak siar pertandingan di Serie A Liga Italia. Selama ini, hak siar dipegang Sky TV, bersama dengan Mediaset Premium, serta Dahlia TV.


Krisis kembali menerjang persepak bolaan Italia. Itu tidak lepas dari perselisihan soal hak siar pertandingan di Serie A Liga Italia. Selama ini, hak siar dipegang Sky TV, bersama dengan Mediaset Premium, serta Dahlia TV.

Namun, sebagian besar hak siar dimiliki Sky. Mereka membeli hak siar Serie A senilai EUR 1,149 miliar atau setara Rp 13,2 triliun berdurasi dua tahun. Ternyata, kontrak hak siar itu dianggap sebagai monopoli oleh Conto TV, pesaing Sky.

Berdasarkan kabar yang dilansir Football Italia, Conto TV meminta kepada Lega Calcio sebagai otoritas pelaksana kompetisi profesional Italia untuk memutus kontrak itu. Conto TV juga menyeret kasus tersebut ke meja hijau.

Nah, jika pengadilan Italia memenangkan gugatan Conto TV, maka dipastikan akan berdampak besar bagi Serie A. Sebab, itu artinya mereka harus memutus kontrak dengan Sky. Padahal, selama ini, dari hak siar itu yang jadi pemasukan terbesar bagi klub Italia.

Berbeda dengan di Premier League Inggris atau di Bundesliga Jerman di mana klub lebih menggantungkan kepada penghasilan dari penjualan tiket dan merchandise klub. Di Italia, yang menjadi pemasukan utama adalah dari hak siar.

Sejatinya, kemarin, pengadilan harus memutuskan kontrak yang telah diteken Sky dengan Lega Calcio itu sah atau tidak berdasarkan hukum. Tapi, pengadilan di Milan mengambil keputusan untuk memberi kepastian hukum dalam sepuluh hari ke depan.

Meski masih sepuluh hari lagi, tapi kubu Conto TV sepertinya sudah mulai pesimistis. ?Kami hanyalah stasiun televisi kecil dank arena itu kami bakal kalah dalam kasus ini,? bilang Marco Crispino, chief executive Conto TV, seperti dilansir Reuters.

Dari kubu Lega Calcio, mereka menilai tidak ada yang salah dengan kontrak yang telah disepakati dengan Sky. Kami tidak melanggar hukum manapun. Hingga saat ini belum ada kepastian kami melanggar, ujar Bruno Ghirardi, penasihat hukum Lega Calcio. Red/RG dari Sejumlah Sumber