Berdasarkan pengaduan dari masyarakat mengenai tayangan Uya Memang Kuya, KPI mengundang pihak SCTV, Kamis, pekan lalu. Hasil analisa KPI, acara ini dinilai banyak menyiarkan privasi  perorangan  yang mestinya bukan untuk konsumsi publik. Uya Memang Kuya memberikan efek yang tidak baik bagi pemirsa, khususnya anak-anak dan remaja. 

Diawal pertemuan, wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Ezki Suyanto mengutarakan bahwa SCTV dalam  EDP di Riau menyatakan akan meninjau ulang tayangan itu. Bahkan, disebutkan ketika itu, acara “Uya Memang Kuya” akan berakhir pada akhir Desember tahun lalu. “Kami harus mempertanggungjawabkan kepada publik Riau. Tapi, kami harus mendapatkan penjelasan sebelum disampaikan ke mereka.,” kata Ezki Suyanto yang juga Koordinator Isi Siaran KPI Pusat.

Menurut anggota KPI Pusat, Mochamad Riyanto, Uya Memang Kuya meskipun ratingnya tinggi namun mengajarkan membuka aib. “KPI menilai sebuah tayangan dari segi nilai pendidikan dan etika,” jelasnya.

Riyanto juga mempermasalahkan kesepakatan yang dilakukan antara sumber yang masih dibawah perwalian dengan pembawa acara. Menurutnya, jika itu dilakukan tanpa pengetahuan wali akan berimplikasi hukum karena hal itu tidak diperbolehkan.

Iswandi Syahputra, anggota KPI Pusat bidang strukur penyiaran, menambahkan agar SCTV menggunakan persfektif penyiaran saat akan menayangkan acara tersebut. “Jika disaksikan diruangan tertutup dengan konsumen terbatas, saya pikir itu tidak bermasalah. Ini masuk ke ranah publik dan ketika etika publik mengatakan ini sebuah pelanggaran, tugas kami melakukan teguran kepada lembaga penyiaran,” jelasnya.

Penekanan yang sama juga diungkapkan anggota KPI Pusat, Idy Muzzayad. Menurutnya, rating mestinya tidak dijadikan kiblat jika selera masyarakat terhadap acara tersebut tinggi.

Menanggapi sejumlah keluhan dan masukan itu, SCTV yang diwakili Direktur Program, Harsiwi Ahmad menyatakan akan segera melakukan perbaikan. SCTV sudah melakukan pertemuan dan diskusi dengan pihak rumah produksi yang intinya tayangan akan diperbaiki. Pihaknya pun siap menerima masukan lagi jika dinilai perbaikan yang mereka lakukan tidak sesuai harapan. “Kami di dalam bertekad melakukan perbaikan,” tegasnya.

Nina Mutmainnah mengharapkan SCTV menjalankan janjinya. “Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap acara ini,”tegas Nina. Adapun Ezki meminta SCTV menggunakan P3SPS sebagai acuan. “Kita tidak bisa kasih masukan terus menerus. Itu harus dimulai dari konsep SCTV dan PH-nya sendiri.” Red/RG