KPI Dukung Lembaga Penyiaran Komunitas
Jakarta – Mochamad Riyanto, Anggota KPI Pusat menyatakan dukungannya terhadap eksistensi lembaga penyiaran komunitas (LPK). “Keberadaan lembaga penyiaran komunitas (LPK), baik radio maupun televisi, tidak boleh dipandang sebelah mata. Lembaga penyiaran ini bisa menjadi media alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi baru selain dari media lainnya,” tutur Riyanto dalam acara Workshop Nasional Pengembangan Radio Komunitas yang diselenggarakan pengurus besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), di Gedung YTKI Jakarta, Selasa, 5 Juli 2011.
Sebagai media alternatif, kata Riyanto, keberadaan lembaga penyiaran komunitas menjadi penyeimbang ditengah-tengah arus informasi serta hiburan yang masuk ke masyarakat. “Ini sangat baik. Masyarakat tidak hanya melulu disodorkan informasi yang itu-itu saja. Media ini bisa menjadi pengeliminir kesenjangan informasi dan juga mencerdaskan. Ini sangat kami dukung,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Riyanto, lembaga penyiaran komunitas juga memiliki peranan sebagai pelestari kesenian tradisional, pengokoh budaya bangsa serta nilai-nilai lokal. “Ini sejalan dengan apa yang anda-anda sekalian perjuangkan. Anda ingin mendirikan LPK karena ingin melestarikan budaya lokal,” katanya di depan perwakilan AMAN dari berbagai daerah di tanah air.
Tak hanya itu, LPK, menurut Riyanto, dapat menjadi pengisi daerah-daerah tak bersiaran alias blank spot, khususnya di daerah perbatasan. “Daerah perbatasan yang tidak tercover siaran nasional bisa membahayakan integrasi bangsa. Pasalnya, daerah-daerah ini sangat rawan dibanjiri informasi dari negara lain. Keberadaan siaran LPK di daerah ini sangat membantu dalam menegakkan kedaulatan NKRI,” ungkap komisioner KPI Pusat bidang Infrastruktur Penyiaran atau Perizinan ini.
Dalam kesempatan itu, Riyanto bahkan, menyatakan, dirinya siap membantu jika ada LPK yang mengalami persoalan terkait kesulitan proses perizinan. (Red/RG)