Komunikasi yang Efektif Tantangan Bagi Pemilik Brand dan Agen Iklan
Festival The Asian Marketing Effectiveness (AME) yang bertajuk "Rethink and Rebuild Marketing Effectiveness" mempertemukan para eksekutif dari pemilik brand ternama dan agensi iklan dari seluruh Asia untuk membicarakan segala tantangan dan tekanan yang dihadapi dunia periklanan dan industri marketing serta memikirkan cara baru di masa depan untuk menghadirkan komunikasi yang efektif lewat media.
Festival The Asian Marketing Effectiveness (AME) yang bertajuk "Rethink and Rebuild Marketing Effectiveness" mempertemukan para eksekutif dari pemilik brand ternama dan agensi iklan dari seluruh Asia untuk membicarakan segala tantangan dan tekanan yang dihadapi dunia periklanan dan industri marketing serta memikirkan cara baru di masa depan untuk menghadirkan komunikasi yang efektif lewat media.
Salah satu acara dalam AME 2010 di Shanghai adalah diskusi panel yang berfokus kepada kesempatan industri yang harus memikirkan dan membangun kembali marketing blueprint untuk masa depan yang telah terkena dampak dari keadaan ekonomi sulit.
Ditanyakan mengenai bagaimana krisis finansial telah mengubah landskap media, Keith Smith presiden TBWA Group mengatakan bahwa : "Kita menghadapi ledakan media, dan dalam keadaan ini, merek atau brand seperti McDonald's dan Apple telah menunjukkkan bahwa pentingnya untuk memperlihatkan konsistensi dari brand mereka. Agen iklan perlu lebih kreatif lagi dan mengerti brand dari klien sehingga tetap dapat diterima oleh konsumen."
Tim Isaac pemimpin Ogilvy & Mather Asia Pasifik menambahkan bahwa industri iklan dan marketing sekarang dalam keadaan vicious circle. "Banyak agen periklanan salah strategi, seperti memotong departemen procurement mereka karena mereka terlalu memakan biaya banyak. Faktanya lebih banyak orang perlu berubah dan menambahkan nilai pada bisnis mereka--dimulai dengan mengumpulkan lebih banyak lagi ide-ide kreatif, data tracking, wawasan bisnis dan manajemen proyek," kata Isaac.
"Para peserta yang masuk dalam festival kali ini memberikan standar yang tinggi dalam dunia marketing dan advertising, mereka didukung oleh hasil yang solid, sehingga orang mengerti prosesnya dari awal hingga akhir." tambah Barry Cupples CEO Omnicom Media Group Asia-Pasific.
"Banyak ide-ide yang sangat baik, tetapi beberapa tim belum memiliki keberanian yang cukup untuk menjadikannya ide yang fenomenal. Beberapa entri yang masuk berhasil, ada juga yang tidak," kata Shawn Warren VP marketing Kraft Foods.
Apakah masa depan industri ini akan dikuasai oleh dunia digital ? Warren menjawab: "Pertanyaannya adalah bagaimana mencari cara untuk berhubungan dengan para konsumen yang tidak memiliki akses broadband yang cepat, seperti di Indonesia. Kami harus memahami kebiasaan dari media di Indonesia dan ternyata di Indonesia memiliki tipe konsumen yang berbeda dengan konsumen lain di Asia."
AME 2010 adalah yang kedelapan diselenggarakan tiap tahunnya di kawasan Asia. Para peserta mengharapkan festival ini dapat memberikan gambaran bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif dalam dunia marketing dan advertising di masa depan khususnya dalam menghadapi berbagai perubahan.Red/AN sumber:Media.Asia