Komnas Anak Imbau Ceramah Ramadhan di TV Tanpa Iklan Rokok

altJakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menghimbau kepada para ustaz dan ulama agar memastikan program di televisi selama bulan Ramadhan dimana mereka menjadi pengisi acara, tidak dinodai dengan adanya iklan rokok dalam bentuk apapun.

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Komnas Anak tahun 2007-2010, industri rokok kerap memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mempromosikan produk rokoknya ke masyarakat luas termasuk anak-anak dengan menggunakan tema-tema religi dalam iklan di televisi dan mensponsori program-program Ramadhan di televisi,” kata Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait pada siaran pers yang diterima di Jakarta , Senin 1 Agustus 2011.

Ia menjelaskan, cara yang dilakukan adalah dengan memunculkan logo, nama merk atau jargon dari sebuah merk perusahaan rokok pada saat awal program maupun pada akhir program yang bertema kultum atupun program yang sejenis.

Beberapa ustaz pengisi acara Ramadhan pada tahun 2009 dan 2010 telah mengkonfirmasi kepada Komnas Anak, bahwa mereka tidak mengetahui apabila figur atau ketokohan mereka dimanfaatkan industri rokok untuk membangun dan menguatkan citra positif produk rokok dengan melekatkan citra pada bulan Ramadhan dan sosok ustadz, ustadzah dan ulama yang mengisi acara tersebut.

Untuk itu Komnas Anak telah menghimbau kepada para Ustaz, Ustazah dan Ulama untuk memperhatikan hal tersebut. Komnas Anak juga juga akan melakukan pemantauan program Ramadhan di televisi serta akan menyampaikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan MUI apabila ditemukan pelanggaran.

Ia menjelaskan, bulan Ramadhan merupakan waktu yangsangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia dan wkatu yang paling strategis adalah saat sahur dan menjelang buka puasa.

"Pada waktu tersebut keluarga Indonesia termasuk anak-anak kerap menonton teleisi sehingga anak-anak perlu dilindungi dari dampak buruk iklan rokok itu," katanya. (Red/RG dari Antara)