Jurnalis Meminta Jaminan Keamanan di Thailand
Kelompok kebebasan pers, Reporters Without Bordes (RWB), hari ini menyerukan kepada pihak militer Thailand dan kelompok anti pemerintah untuk menjamin keselamatan para jurnalis yang sedang meliput kerusuhan di Bangkok.
Kelompok kebebasan pers, Reporters Without Bordes (RWB), hari ini menyerukan kepada pihak militer Thailand dan kelompok anti pemerintah untuk menjamin keselamatan para jurnalis yang sedang meliput kerusuhan di Bangkok.
Seruan tersebut muncul setelah tiga reporter dilaporkan terluka pada saat peliputan bentrokan di Bangkok, diantaranya juru kamera stasiun TV Perancis, France 24, fotografer koran Thailand, Matichon, dan fotografer dari harian The Nation.
Nelson Rand, reporter Canada yang bekerja di France 24, terluka parah pada hari Jumat akibat tembakan senjata otomatis dekat pasar malam Suan Lum.
Cyril Payen, Kepala Biro France 24 di Bangkok memberikan keterangan bahwa Rand tertembak pada saat terjadi bentrok antara militer dengan demonstran Kaos Merah.
"Sudah dikonfirmasi kalau dia telah tertembak oleh 3 peluru, Satu mengenai kakinya, satu peluru di tubuhnya dan satu lagi mengenai pergelangan tangannya. Dokter mengatakan kondisinya sekarang sudah membaik tetapi lukanya cukup mengkhawatirkan." ungkap Cyril.
Reporters Without Borders mengatakan bahwa kebingungan melanda berbagai tempat di Bangkok saat ini, dan sulit menjelaskan peristiwa penembakan yang dialami oleh beberapa jurnalis sejak April lalu. Sebelumnya juru kamera Reuter berkebangsaan Jepang tewas tertembak pada 10 April.
"Kedua pihak harus memenuhi dan mematuhi hukum internasional, yang menyebutkan kalau jurnalis tidak boleh menjadi target militer. Kami juga mendesak agar penembakan jenderal pendukung anti pemerintah yang pada saat itu sedang diwawancara oleh jurnalis diselidki siapa yang memberikan perintah tembak tersebut." ujar perwakilan dari RWB. Red/AN dari ABU