FCC Kaji Pengaturan Teknologi Parental control
Jumat (23/10) kemarin, Federal Communication Commission (FCC) AS mengumumkan akan mengkaji kewenangannya untuk mengatur teknologi yang mengontrol isi siaran. Di antara pertanyaan yang hendak dijawab adalah sejauh mana kewenangan yang dimiliki FCC dalam mengatur berbagai media dan kondisi peraturan apa yang perlu ada untuk mengatur hal tersebut.
Jumat (23/10) kemarin, Federal Communication Commission (FCC) AS mengumumkan akan mengkaji kewenangannya untuk mengatur teknologi yang mengontrol isi siaran. Di antara pertanyaan yang hendak dijawab adalah sejauh mana kewenangan yang dimiliki FCC dalam mengatur berbagai media dan kondisi peraturan apa yang perlu ada untuk mengatur hal tersebut.
Persoalan ini mengemuka dalam laporan FCC kepada kongres Agustus lalu yang memuat teknologi parental control untuk video dan audio. Laporan tersebut memuat banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai bagaimana FCC mengatur berbagai media termasuk Penyiaran, layanan siaran berlangganan dan Internet dalam konteks teknologi parental control.
"Melalui kajian ini, kami mencari informasi bagaimana saat ini anak-anak menggunakan media elektronik. Termasuk manfaat dan resiko teknologi media bagi anak serta bagaimana orang tua, guru dan anak-anak memanfaatkan teknologi dengan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya, "jelas FCC dalam siaran persnya.
Komisi ini juga mencari informasi mengenai literasi media, koordinasi antar lembaga negara dan kewenangan legalnya dalam mengatur hal ini. Hingga saat ini masih belum jelas bagaimana kewenangan FCC dalam mengatur isi siaran internet, layanan siaran berlangganan dan satelit.
"Kami meminta masukan untuk langkah selanjutnya serta mendiskusikan dasar dan wewenang Komisi ini untuk bertindak," Komisi ini juga meminta masukan apakah regulasi baru diperlukan untuk melegitimasi langkah-langkah dalam mengatur isi siaran tersebut. "Sebagai tambahan, masukan yang ditawarkan juga harus memperhatikan amandemen pertama konstitusi AS (yang mengatur kebebasan pers dan media - penj/red)". FCC juga berencana menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk mengevaluasi peraturan siaran untuk anak.
Dalam pengumumannya, FCC juga mengutip sisi positif dari media termasuk isi siaran pendidikan, literasi dan komunikasi. Namun media juga memiliki sisi negatif seperti: "(i) iklan yang eksploitatif, (ii) isi siaran yang tidak pantas (seperti bahasa kasar, seks, kekerasan dan penyebarluasan kebencian), (iii) pengaruh pada kesehatan (seperti penggunaan tembakau, perilaku seks, alkohol dan obat-obatan serta kegemukan pada anak-anak) (iv) pengaruh pada perilaku (secara khusus seperti isi siaran kekerasan yang mengarah pada perilaku agresif), (v) pelecehan dan bullying, (vi) penyimpangan seks (seperti phaedofili), (vii) penipuan dan kecurangan, (viii) kegagalan dalam membedakan siapa yang dapat dan tidak dapat dipercaya dalam membagi informasi; serta (ix) ancaman terhadap privasi."
Ketua FCC, Julius Genachowsky dalam pengumumannya Jumat lalu mengemukakan teknologi baru "telah secara signifikan menambah jumlah isi siaran yang tidak pantas ditonton anak dan ini menyebabkan meningkatkan kekhawatiran orang tua." Dia juga mengatakan penyiaran tetap menjadi media yang unik dan telah menjadi sumber utama video bagi jutaan orang.
Tapi dia tetap menekankan pada pendidikan, perhatian industri (media) dan kontrol orang tua. "Peran penting pemerintah dalam lingkungan media adalah untuk memberdayakan orang tua dan melindungi anak-anak sambil memperhatikan serta tunduk pada amandemnen pertama (konstitusi AS), " Genachowsky. Di samping itu, dia juga meminta industri untuk menambah jumlah isi siaran yang mendidik.
Saat ini, lembaga penyiaran telah diwajibkan oleh komisi untuk menyediakan program pendidikan dan informasi bagi anak-anak paling sedikit tiga jam dalam satu minggu melalui kanal utama serta tambahan tiga jam untuk setiap kanal multicast bebas bayar mereka.Red/SH dari Broadcastingandcable.com
Persoalan ini mengemuka dalam laporan FCC kepada kongres Agustus lalu yang memuat teknologi parental control untuk video dan audio. Laporan tersebut memuat banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai bagaimana FCC mengatur berbagai media termasuk Penyiaran, layanan siaran berlangganan dan Internet dalam konteks teknologi parental control.
"Melalui kajian ini, kami mencari informasi bagaimana saat ini anak-anak menggunakan media elektronik. Termasuk manfaat dan resiko teknologi media bagi anak serta bagaimana orang tua, guru dan anak-anak memanfaatkan teknologi dengan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya, "jelas FCC dalam siaran persnya.
Komisi ini juga mencari informasi mengenai literasi media, koordinasi antar lembaga negara dan kewenangan legalnya dalam mengatur hal ini. Hingga saat ini masih belum jelas bagaimana kewenangan FCC dalam mengatur isi siaran internet, layanan siaran berlangganan dan satelit.
"Kami meminta masukan untuk langkah selanjutnya serta mendiskusikan dasar dan wewenang Komisi ini untuk bertindak," Komisi ini juga meminta masukan apakah regulasi baru diperlukan untuk melegitimasi langkah-langkah dalam mengatur isi siaran tersebut. "Sebagai tambahan, masukan yang ditawarkan juga harus memperhatikan amandemen pertama konstitusi AS (yang mengatur kebebasan pers dan media - penj/red)". FCC juga berencana menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk mengevaluasi peraturan siaran untuk anak.
Dalam pengumumannya, FCC juga mengutip sisi positif dari media termasuk isi siaran pendidikan, literasi dan komunikasi. Namun media juga memiliki sisi negatif seperti: "(i) iklan yang eksploitatif, (ii) isi siaran yang tidak pantas (seperti bahasa kasar, seks, kekerasan dan penyebarluasan kebencian), (iii) pengaruh pada kesehatan (seperti penggunaan tembakau, perilaku seks, alkohol dan obat-obatan serta kegemukan pada anak-anak) (iv) pengaruh pada perilaku (secara khusus seperti isi siaran kekerasan yang mengarah pada perilaku agresif), (v) pelecehan dan bullying, (vi) penyimpangan seks (seperti phaedofili), (vii) penipuan dan kecurangan, (viii) kegagalan dalam membedakan siapa yang dapat dan tidak dapat dipercaya dalam membagi informasi; serta (ix) ancaman terhadap privasi."
Ketua FCC, Julius Genachowsky dalam pengumumannya Jumat lalu mengemukakan teknologi baru "telah secara signifikan menambah jumlah isi siaran yang tidak pantas ditonton anak dan ini menyebabkan meningkatkan kekhawatiran orang tua." Dia juga mengatakan penyiaran tetap menjadi media yang unik dan telah menjadi sumber utama video bagi jutaan orang.
Tapi dia tetap menekankan pada pendidikan, perhatian industri (media) dan kontrol orang tua. "Peran penting pemerintah dalam lingkungan media adalah untuk memberdayakan orang tua dan melindungi anak-anak sambil memperhatikan serta tunduk pada amandemnen pertama (konstitusi AS), " Genachowsky. Di samping itu, dia juga meminta industri untuk menambah jumlah isi siaran yang mendidik.
Saat ini, lembaga penyiaran telah diwajibkan oleh komisi untuk menyediakan program pendidikan dan informasi bagi anak-anak paling sedikit tiga jam dalam satu minggu melalui kanal utama serta tambahan tiga jam untuk setiap kanal multicast bebas bayar mereka.Red/SH dari Broadcastingandcable.com