AS dan Eropa Ketinggalan Adopsi Teknologi mobile TV
Sample ImageKetika Korea Selatan dan Yunani bertanding di pembukaan Piala Dunia di Port Elizabeth, Afrika Selatan, akhir minggu ini, banyak penggemar sepakbola akan menonton pertandingan yang disiarkan langsung melalui telepon bergerak mereka. Di Korea Selatan, mobile TV free to air sudah berumur lima tahun. Menurut lembaga penyiaran di Korea Selatan, 27 juta atau 56% dari populasi menonton mobile TV secara reguler.
Ketika Korea Selatan dan Yunani bertanding di pembukaan Piala Dunia di Port Elizabeth, Afrika Selatan, akhir minggu ini, banyak penggemar sepakbola akan menonton pertandingan yang disiarkan langsung melalui telepon bergerak mereka. Di Korea Selatan, mobile TV free to air sudah berumur lima tahun. Menurut lembaga penyiaran di Korea Selatan, 27 juta atau 56% dari populasi menonton mobile TV secara reguler.

Jumlah penonton mobile TV terbesar saat ini ada di Korea Selatan, namun teknologi ini juga mulai diterapkan di Cina, Asia Tenggara, India, Afrika dan Amerika Latin di mana sekita 80 juta orang memiliki telepon bergerak yang dapat menerima siaran langsung TV secara gratis.

Menurut Anna Maxbauer, analis di IMS Research di Austin, Texas, paling tidak tahun ini ada 40 juta orang yang menonton siaran langsung TV melalui perangkat bergerak. Sebagian besar tinggal di pasar yang masih berkembang di mana operator lebih memilih untuk menjual program TV dengan biaya tertentu melalui jaringan nirkabel mereka.

Tontonan video bergerak gratis sudah menjadi barang biasa di berbagai negara kecuali AS dan Eropa. Kedua wilayah ini ketinggalan karena operator yang masih resisten dalam menerapkan tekonologi ini dan lisensi program serta standar teknis teknologi yang digunakan masih menjadi persoalan.

Menurut salahsatu lembaga penyiaran di Korea Selatan, masyarakat menonton siaran digital terrestrial secara gratis melalui handset bergerak mereka, dan sekitar 2 juta orang membayar memilih untuk berlangganan program satelit. Layar monitor ukuran 3" diagonal yang digunakan menonton di Korea Selatan dibuat oleh Samsung dengan kapasitas baterai hingga 3 sampai 6 jam. Siaran mobile TV gratis di Korea Selatan memang kerap diselingi dengan iklan.

"Kami menemukan bahwa kecenderungan masyarakat yang tinggi dalam menonton dengan menggunakan teknologi ini," kata Diana Jovin, vice president for corporate marketing and business development di Telegent Systems, sebuah perusahaan pembuat chip mobile TV.

Telegant mengapalkan sekitar 750.000 chip kepada pembuat handset setiap bulannya. Sebagian didesain untuk menonton siaran analog seperti di Brazil, Peru, Argentina, Rusia, Nigeria, Thailand, Mesir, dan Cina. Brazil sendiri merupakan pasar terbesar Telegant.

Di AS dan Eropa, lembaga penyiaran dan operator jaringan nirkabel lambat mengadopsi teknologi mobile TV. Para operator ini mengontrol teknologi apa yang digunakan dalam handset. Padahal penggunaan teknologi di handset tersebut gratis. Ini menjadi rintangan dalam penyiaran free to air di AS karena tidak menawarkan insentif apapun kepada operator yang memfokuskan diri meningkatkan pemasukan per konsumen.

"Tanyakan kepada setiap orang apakah mereka mau menonton TV gratis di telepon bergerak mereka. Semua orang pasti akan menyetujuinya," kata Jim Oehlerking, senior director for mobile TV business development di Motorola. "Tantangannya adalah menempatkan pasar mobile media pada satu titik di mana pemilik konten, penyedia jaringan dan lembaga penyiaran ada dalam sebuah model bisnis yang bekerja."

Pada NAB Show April kemarin, 12 lembaga penyiaran dan pemilik konten di AS termasuk Fox, NBC, Gannet Broadcasting, Hearst dan Cox Media membuat perusahaan joint venture untuk mengorganisir spektrum penyiaran mereka dan pada akhirnya menyiarkan mobile TV untuk 150 juta orang. Namun usaha ini masih pada tahap awal dan tidak ada batas akhir pengadopsiannya.

Bulan lalu Sprint dan sembilan lembaga penyiaran lainnya di Washington, DC dan Baltimore memulai siaran percobaan selama empat bulan yang akan menyiarkan program TV ke perangkat bergerak, komputer netbook dan perangkat pemutar DVD portabel yang dibuat oleh Samsung LG Electronics dan Dell.

Minggu lalu, stasiun TV digital yang berbasis di Detroit WDIV yang berafiliasi dengan NBC dan WXYZ yang berafiliasi dengan ABC bersiaran melalui sinyal mobile DTV menggunakan standar ATSC A/153 yang memungkinkan pembuat kendaraan untuk menguji sistem hiburan in-car yang dapat menerima sinyal siaran lokal dalam kendaraan bergerak.

The Open Mobile Video Coalition, berharap konsumen dapat mengadopsi teknologi ini. Hingga saat ini, belum ada penyedia jaringan nirkabel besar yang menyatakan akan menyiarkan siaran mobile ini, walaupin Sprint telah melaksanakan beberapa uji coba siaran, salahsatunya di Washington, DC.Red/SH dari Broadcastengineering