Jakarta -- Antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan dan pengembangan dunia penyiaran nasional terlihat sangat tinggi. Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Periode 2026-2029 mencatat, hingga Rabu (21/01/2026), sebanyak 322 pelamar telah mendaftarkan diri secara daring.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah selaku Ketua Panitia Seleksi mengapresiasi tingginya minat publik tersebut.

Hal ini dinilai sebagai indikator kuatnya kepedulian masyarakat terhadap ekosistem penyiaran yang sehat, berkualitas, dan mencerdaskan bangsa.

Ia menegaskan bahwa pintu pendaftaran masih terbuka lebar bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin berkontribusi bagi negara hingga batas waktu yang ditentukan.

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang luar biasa, di mana jumlah pendaftar sudah mencapai 261 orang. Angka ini menunjukkan harapan besar publik agar KPI diisi oleh figur-figur berintegritas. Kami mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk mendaftar dan mengambil peran strategis ini sebelum pendaftaran ditutup," ujar Dirjen Edwin di Jakarta Pusat, Selasa (20/01/2026) kemarin.

Pendaftaran seleksi masih akan dibuka hingga tanggal 23 Januari 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran melalui laman resmi https://seleksi.komdigi.go.id.

Tahapan seleksi akan meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, asesmen psikologis, hingga wawancara.

Hasil seleksi nantinya akan diserahkan kepada Menteri Komunikasi dan Digital untuk diteruskan ke Komisi I DPR RI guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Dirjen Edwin berharap proses seleksi ini dapat menghasilkan Anggota KPI Pusat yang mampu menjawab tantangan disrupsi informasi dan menjaga kedaulatan penyiaran di Indonesia. Red dari Komdigi

 

 

 

Jakarta -- Usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramano Anung pertengahan Desember lalu, jajaran pengurus Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta Periode 2025-2028 melakukan lawatan perdananya ke KPI Pusat, Kamis (8/1/2026). Selain perkenalan, kunjungan ini untuk menguatkan kolaborasi dan fungsi kelembagaan KPID. 

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menyampaikan rasa syukurnya dan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus KPID DKI Jakarta periode 2025-2028. Ia berharap KPID DKI Jakarta yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dan selaras dengan amanah UU (Undang-undang) Penyiaran. 

“Syukur alhamdulillah, setelah berproses panjang, akhirnya KPID DKI Jakarta yang baru dilantik. Kami merasa senang,” kata Ubaidillah di awal pertemuan tersebut.

Ketua KPID DKI Jakarta, Ahmad Sulhy mengatakan, setelah dilantik pihaknya langsung melakukan agenda konsolidasi internal dan eksternal ke lembaga-lembaga terkait termasuk ke KPI Pusat. Salah satunya terkait pemahaman terhadap tugas dan kewenangan KPID dan KPI Pusat. 

“Kami berharap mendapatkan pemahaman dan pengetahuan terkait kewenangan tersebut karena barang tentu berada di Ibu Kota maka masyarakat tidak melihat batasan itu,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, ia berharap KPI Pusat dapat memberikan bimbingan teknis secara khusus untuk komisioner baru dan tenaga ahli KPID DKI Jakarta. “Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk merinci daftar inventaris masalahnya. Aktifitas apa yang terjadi selama ini,” ujar Ahmad Sulhy.  

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, berharap KPID DKI Jakarta dan KPI Pusat dapat bekerja sama dalam mengawal penyiaran di tanah air. Menurutnya, keberadaan KPI tidak hanya untuk mengawasi dan menjaga ruang siaran yang aman, tapi juga untuk menumbuhkan industri dan ekosistem penyiaran tersebut. “Ini menjadi tantangan dan yang dijaga KPI,” katanya di sela-sela pertemuan. 

Pandangan yang sama turut disampaikan Komisoner KPI Pusat, Amin Shabana. Menurutnya, koordinasi yang selama ini dibangun dengan KPID DKI Jakarta sebelumnya harus terus dikuatkan. “Kami berharap koordinasi antara KPID DKI Jakarta dan KPI Pusat tetap berlangsung baik,” katanya yang juga diamini Komisioner KPI Pusat, Aliyah dan Evri Rizqi Monarshi yang turut dalam pertemuan itu. Usai pertemuan, rombongan KPID DKI Jakarta melihat langsung pemantauan siaran KPI Pusat. ***/Foto: Evan Laia

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot