
Jakarta -- Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menyampaikan dua renungan yang muncul atas pertanyaan seputar bencana yang terjadi di Sumatra, yang pemberitaannya disebutkan tidak seintens bencana gempa dan tsunami Aceh pada 2004 silam.
Berdasarkan penelusurannya bersama para pelaku penyiaran di daerah, jumlah jurnalis dan distributor informasi kini jauh berkurang. Bahkan, di beberapa wilayah hanya tersisa satu hingga dua orang saja.
“Kenyataan ini memunculkan dua renungan. Pertama, tentang skala bencana yang melanda Sumatra. Dan kedua, tentang “bencana ekonomi” yang dialami TV dan radio,” kata Ubaidillah di sela-sela sambutannya di acara Anugerah KPI 2025 di NT Tower, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi apa pun, terutama saat terjadi bencana, informasi tetap merupakan kebutuhan fundamental untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat. Namun ironisnya, beban itu kini dipikul oleh jumlah pekerja yang sangat minim.
“Tapi yang perlu dicatat, dalam kondisi apapun di tengah kondisi penyiaran yang penuh peluh perjuangan, TV dan radio berusaha berjuang menyajikan informasi kepada masyarakat, sesuai dengan penyiaran berdaulat yang kami maksudkan,” jelas Ubaidillah.
Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada lembaga penyiaran televisi dan radio yang tetap menunjukkan komitmen menghadirkan informasi valid dan bertanggung jawab bagi publik. Menurut Ubaid, semangat gotong royong, persatuan, dan kekompakan yang disuarakan melalui layar televisi dan saluran radio menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tidak pernah pudar, bahkan di tengah derasnya viralitas dan tantangan ekonomi.
Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa penyiaran Indonesia akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kepentingan publik, keberagaman, serta berpihak pada kebenaran.
Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, DPRD, serta seluruh tim yang terlibat dalam proses pembentukan KPID. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPID Kalimantan Utara akan melengkapi 34 KPID di seluruh Indonesia, sebuah langkah penting mengingat besarnya kebutuhan pengawasan penyiaran di daerah perbatasan.
Di penghujung sambutan, Ubaidillah menyampaikan terima kasih kepada para mitra, nominee, serta seluruh lembaga penyiaran yang terus menjaga keragaman siaran melalui karya terbaik, kreativitas, dan inovasi. Sebelumnya, dia mengawali gelaran Anugerah KPI 2025 dengan doa bersama bagi masyarakat Sumatra yang terdampak bencana. */Anggita Rend/Foto: Agung R

